Irvin Marcel
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unika Atma Jaya, Jakarta, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tinjauan atas Gangguan Tingkah Laku pada Anak Irvin Marcel
Cermin Dunia Kedokteran Vol 49, No 7 (2022): Vitamin D
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v49i7.1934

Abstract

Tingkah laku menantang dan sulit mengendalikan emosi, hilang kesabaran, merusak properti, dan penipuan / pencurian pada anak-anak prasek¬olah sering dianggap sebagai tingkah laku normal sehingga sulit diketahui tingkat prevalensinya. Tingkah laku seperti menantang lebih mungkin dikenali sebagai "masalah" dibandingkan "gangguan" selama 2 tahun pertama kehidupan. Banyak dokter sulit membedakan antara perkembangan emosi normal (misalnya, ketakutan, menangis) dari tekanan emosional berat berkepanjangan.Behaviors such as defiance, loss of temper, damaging property, and fraud/theft in preschool children are often considered as normal behaviors so their prevalence is difficult to be predicted. Challenging behaviors and difficulty to control emotions are more likely to be recognized as "problems" than "disorders" during the first 2 years of life. Many doctors feel difficult to distinguish normal developmental emotions (eg, fear, crying) from prolonged severe emotional distress. 
Tinjauan atas Gangguan Tingkah Laku pada Anak Irvin Marcel
Cermin Dunia Kedokteran Vol 49 No 7 (2022): Nutrisi - Vitamin D
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v49i7.252

Abstract

Tingkah laku menantang dan sulit mengendalikan emosi, hilang kesabaran, merusak properti, dan penipuan/pencurian pada anak-anak prasekolah sering dianggap sebagai tingkah laku normal, sehingga sulit diketahui tingkat prevalensinya. Tingkah laku seperti menantang lebih mungkin dikenali sebagai “masalah” dibandingkan “gangguan” selama 2 tahun pertama kehidupan. Banyak dokter sulit membedakan antara perkembangan emosi normal (misalnya, ketakutan, menangis) dari tekanan emosional berat berkepanjangan. Behaviors such as defiance, loss of temper, damaging property, and fraud/theft in preschool children are often considered as normal behaviors so their prevalence is difficult to be predicted. Challenging behaviors and difficulty to control emotions are more likely to be recognized as “problems” than “disorders” during the first 2 years of life. Many doctors feel difficult to distinguish normal developmental emotions (eg, fear, crying) from prolonged severe emotional distress.
Tinjauan atas Gangguan Tingkah Laku pada Anak Irvin Marcel
Cermin Dunia Kedokteran Vol 49 No 7 (2022): Nutrisi - Vitamin D
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v49i7.252

Abstract

Tingkah laku menantang dan sulit mengendalikan emosi, hilang kesabaran, merusak properti, dan penipuan/pencurian pada anak-anak prasekolah sering dianggap sebagai tingkah laku normal, sehingga sulit diketahui tingkat prevalensinya. Tingkah laku seperti menantang lebih mungkin dikenali sebagai “masalah” dibandingkan “gangguan” selama 2 tahun pertama kehidupan. Banyak dokter sulit membedakan antara perkembangan emosi normal (misalnya, ketakutan, menangis) dari tekanan emosional berat berkepanjangan. Behaviors such as defiance, loss of temper, damaging property, and fraud/theft in preschool children are often considered as normal behaviors so their prevalence is difficult to be predicted. Challenging behaviors and difficulty to control emotions are more likely to be recognized as “problems” than “disorders” during the first 2 years of life. Many doctors feel difficult to distinguish normal developmental emotions (eg, fear, crying) from prolonged severe emotional distress.