Ahmad Mumtaz Tauba
Departemen Keperawatan Jiwa, Fakultas Keperawatan, Institut Kesehatan Rajawali, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sosialisai Menjaga Kesehatan Fisik dan Psikologis selama Masa Pandemi COVID-19 secara Daring di Kota Bandung Ahmad Mumtaz Tauba
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 2 No 1 (2022): JAMSI - Januari 2022
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.9

Abstract

Kurangnya tingkat pengetahuan masyarakat tentang cara menjaga kesehatan fisik dan psikologis selama masa pandemi COVID-19 dapat berdampak buruk dalam upaya menghindari masalah kesehatan yang disebabkan oleh COVID-19, hal ini menjadi indikasi perlunya upaya untuk meningkatkan pengetahuan terkait COVID-19. Salah satu upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat adalah dengan memberikan informasi melalui pendidikan kesehatan dalam bentuk sosialisasi secara daring. Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang upaya menjaga kesehatan fisik dan psikologis selama masa pandemi COVID-19 melalui sosialisasi secara daring. Metode yang digunakan adalah pre dan post-test tanpa kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling kuota sebanyak 50 sampel. Instrumen penelitian menggunakan instrumen tingkat pengetahuan tentang COVID-19. Didapatkan tingkat pengetahuan responden sebelum diberikan pendidikan kesehatan adalah pengetahuan kurang sebanyak 28 (56%) responden, cukup sebanyak 18 (26%) responden dan baik sebanyak 4 (8%) responden. Setelah diberikan pendidikan kesehatan tingkat pengetahuan responden menjadi pengetahuan kurang sebanyak 2 (4%) responden, cukup sebanyak 9 (18%) responden dan baik sebanyak 39 (78%) responden. Berdasarkan output test statistics di ketahui nilai p value bernilai <0,001. Dapat di simpulkan terdapat pengaruh pendidikan kesehatan melalui sosialisasi secara daring terhadap tingkat pengetahuan masyarakat dalam menjaga kesehatan fisik dan psikologis selama masa pandemi COVID-19.