Nadia Aurelia Tasya Putu
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Konsep Tri Hita Karana Dalam Penguatan Bhinneka Tunggal Ika Di Lingkungan Perguruan Tinggi Luh Intan Purnama Dewi; Nadia Aurelia Tasya Putu
Jurnal Pacta Sunt Servanda Vol 1 No 2 (2020): September, Jurnal Pacta Sunt Servanda
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.668 KB) | DOI: 10.23887/jpss.v1i2.364

Abstract

Indonesia is synonymous with ethnic, cultural, linguistic and religious diversity. The motto of Bhinneka Tunggal Ika is always upheld to maintain unity amidst the differences in this nation. However, the current condition of Indonesian society shows that the human value in the civilization of the development of the Indonesian nation has experienced distortion. The actions taken also tend to contradict the motto of Bhinneka Tunggal Ika. The Tri Hita Karana concept is here to help foster awareness and tolerance in society, both towards God, fellow humans and the environment. This research was made using a type of normative research which is presented in a descriptive-prescriptive form. Based on the data collected, it is known that the cultivation and implementation of the Tri Hita Karana concept in the university environment is important to do, especially as students as agents of change can determine the progress of their country. In addition, Tri Hita Karana and Bhinneka Tunggal Ika also have a close relationship, where the two concepts harmonize with each other and can form awareness and tolerance in this multicultural society.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN DALAM PERSPEKTIF CEDAW (CONVENTION ON THE ELIMINATION OF ALL FORMS OF DISCRIMINATION AGAINST WOMEN) (STUDI KASUS HONOUR KILLING DI PAKISTAN) Nadia Aurelia Tasya Putu; Dewa Gede Sudika Mangku; Ni Putu Rai Yuliartini
Jurnal Komunitas Yustisia Vol. 5 No. 2 (2022): Agustus, Jurnal Komunitas Yustisia
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jatayu.v5i2.51451

Abstract

Negara Pakistan sebagai salah satu negara muslim masih dapat ditemukan praktik-praktik hukum yang diskriminatif secara gender terutama terhadap kaum perempuan sebagai korban kasus tindakan kekerasan. Salah satu kasus berat yang terjadi di negara tersebut adalah kasus honour killing atau pembunuhan demi kehormatan. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan mengkaji mengenai pengaturan dan perlindungan hukum mengenai hak asasi perempuan di Pakistan. Guna menjawab rumusan permasalahan dalam penelitian ini, digunakan jenis penelitian hukum normatif yang mengkaji tentang perlindungan hukum terhadap perempuan korban kasus honour killing di Pakistan ditinjau ditinjau dari perspektif CEDAW. Melalui metode penelitian tersebut diperoleh hasil bahwa penerapan peraturan hukum mengenai penegakan hak asasi perempuan di Pakisatan belum dapat terlakasana secara penuh karena beberapa faktor, seperti kurangnya penegakan hukum yang kuat di masyarakat, adat dan budaya patriarki yang masih sangat melekat dalam masyarakat Pakistan, hingga kurangnya kesadaran dan pemahaman yang dimiliki oleh kaum perempuan itu sendiri mengenai hak-hak apa saja yang mereka miliki sebagai perempuan. Dan penerapan CEDAW yang telah diratifikasi oleh Pakistan tidak berjalan dengan optimal, hal ini dibuktikan dengan adanya tindakan diskriminasi terhadap perempuan dan kasus honour killing. Sedangkan, di setiap pasal dalam CEDAW telah mengatur bagaimana seharusnya hak-hak perempuan dipenuhi.