Laessach M. Pakatuwo
Bosowa School Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Al Jabariyah dan Al-Qadariyah; Pengertian, Latar Belakang Munculnya dan Pemikirannya Laessach M. Pakatuwo; Mawaddah
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 1 No 1 (2020): Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.87 KB) | DOI: 10.55623/au.v1i1.2

Abstract

Artikel ini membahas secara teologis gagasan Jabariyah dan Qadariyah dalam sejarah teologi Islam. Dalam perkembangan dan pertentangan keduanya. Jabariyah dan Qadariyah memiliki latarbelakang berdinya tentunya merujuk pada tafsir dalil-dalil ajaran Islam. Keduanya memiliki pemikiran, dan cara-cara menjalani pemikirannya. Dari pertentangan keduanya, memantik pemikiran-pemikiran baru dalam dunia tafsir.
Sejarah dan latarbelakang Lahirnya Ilmu Kalam Laessach M. Pakatuwo
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 1 No 2 (2020): Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.531 KB) | DOI: 10.55623/au.v1i2.10

Abstract

Artikel ini membahas sejarah dan latarbelakang lahirnya Ilmu Kalam. Setelah wafatnya Nabi Muhammad saw, banyak permasalahan ummat dijawab melalui tafsir-tafsir yang dibuat oleh Sahabat, yang tentunya tidak tunggal. Artikel ini dimulai dari konflik Sahabat Ali dan Utsman yang awalnya merupakan konflik politik lalu merembes ke isu teologi.
Nabi Muhammad SAW; Pemimpin Agama dan Kepala Negara Muhammad Yusuf; Laessach M. Pakatuwo
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 1 No 2 (2020): Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.916 KB) | DOI: 10.55623/au.v1i2.11

Abstract

Artikel ini membahas sejarah kehidupan Nabi Muhammad Saw hingga menjadi pemimpin Mekkah dan Madinah. Terdapat perbedaan yang cukup signifikan mengenai gaya kepemimpinan beliau di kedua tempat tersebut. Hal ini disebabkan homogenitas masyarakat Mekkah dan keterbukaan masyarakat Madinah. Keduanya memiliki tantangan tersendiri. Namun pada akhirnya beliau dapat menyatukan jazirah Arab melalui kepemimpinan dan ajaran Islam.