Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap persepsi guru PJOK terhadap pembelajaran online yang ditinjau dari 3 aspek yakni Perencanaan, Pelaksanaan, dan Evaluasi. Responden 31 guru dari 8 Komunitas Kerja Guru (KKG) PJOK dari 18 Kecamatan di Kabupaten Kutai Timur memberikan data hasil angket (kuesioner) untuk diobservasi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen angket (kuesioner) dan teknik analisis data menggunakan tabulasi data, analisis deskriptif kategorial, dan persentase. Penelitian dilakukan selama 3 bulan (Juni - Agustus 2021) dengan menyebarkan link kuesioner Google Form melalui aplikasi Whatsapp menunjukkan bahwa pembelajaran online ditinjau dari aspek Perencanaan masuk dalam kategori Kurang Setuju 65,81%; guru kurang mampu dalam mengembangkan potensi siswa, menyesuaikan pembelajaran online dengan kebutuhan daerah, menyesuaikan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, serta mendiagnosa kebutuhan dan kemampuan siswa; pembelajaran online ditinjau dari aspek Pelaksanaan masuk dalam kategori Setuju 76,77%; guru mampu menyiapkan perangkat pembelajaran, media, aplikasi, strategi, mampu mencapai tujuan pembelajaran serta mampu menyesuaikan dengan Kurikulum K13 dengan baik; pembelajaran online ditinjau dari aspek Evaluasi masuk dalam kategori Setuju 73,12%; guru mampu melaksanakan program pembelajaran dengan memberikan program remedial, melakukan tes evaluasi dua kali dalam satu semester, memberikan soal midtest/ujian, serta mampu memberikan pemahaman siswa dengan tugas/pelajaran rumah. Kebaruan penelitian adalah mengkaji persepsi guru PJOK Tingkat SD terhadap pembelajaran online walaupun belum mewakili persepsi semua guru di Kutai Timur dan diperoleh kelebihan dan kekurangan dari pembelajaran online pada siswa Sekolah Dasar.