Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

CEGAH KEKERASAN DENGAN SOP PENANGANAN PELANGGARAN SISWA DI SEKOLAH BINAAN Petrus EY Ngilo Rato
Jurnal Citra Pendidikan Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah sebagai tempat belajar seharusnya menjadi tempat yang nyaman bagi siswa. Pada kenyataannya sekolah belum menjadi tempat yang nyaman bagi siswa karena masih terdapat tindak kekerasan terhadap siswa yang dilakukan oleh guru. Guru melakukan tindak kekerasan terhadap siswa karena mereka tidak memiliki panduan atau pedoman penanganan pelanggaran siswa sehingga guru menyikapi pelanggaran siswa seturut perspektifnya masing-masing.Untuk mencegah terjadinya tindak kekerasan terhadap siswa, dilakukan pelatihan menyusun SOP (Standar Opoerasional Prosedur) penanganan pelanggaran siswa. Dengan pelatihan tersebut sekolah memilik dokumen SOP penanganan pelanggaran siswa untuk dijadikan pedoman bagi guru dalam mengangani kasus-kasus pelanggaran siswa. Setelah sekolah memiliki dokumen SOP penanganan pelanggaran siswa, tindak kekerasan yang sering dilakukan guru terjhadap siswa dapat dicegah. Dengan tercegahnya tindak kekerasan terhadap siswa, sekolah menjadi lebih mudah untuk mewujudkan suasana dan iklim belajar yang nyaman dan kondusif. Sehingga diharapkan agar pematuhan terhadap SOP penanganan pelanggaran siswa diberlakukan secara konsisten.
CEGAH KEKERASAN DENGAN SOP PENANGANAN PELANGGARAN SISWA DI SEKOLAH BINAAN Petrus EY Ngilo Rato
Jurnal Citra Pendidikan Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.088 KB) | DOI: 10.38048/jcp.v2i2.710

Abstract

Sekolah sebagai tempat belajar seharusnya menjadi tempat yang nyaman bagi siswa. Pada kenyataannya sekolah belum menjadi tempat yang nyaman bagi siswa karena masih terdapat tindak kekerasan terhadap siswa yang dilakukan oleh guru. Guru melakukan tindak kekerasan terhadap siswa karena mereka tidak memiliki panduan atau pedoman penanganan pelanggaran siswa sehingga guru menyikapi pelanggaran siswa seturut perspektifnya masing-masing.Untuk mencegah terjadinya tindak kekerasan terhadap siswa, dilakukan pelatihan menyusun SOP (Standar Opoerasional Prosedur) penanganan pelanggaran siswa. Dengan pelatihan tersebut sekolah memilik dokumen SOP penanganan pelanggaran siswa untuk dijadikan pedoman bagi guru dalam mengangani kasus-kasus pelanggaran siswa. Setelah sekolah memiliki dokumen SOP penanganan pelanggaran siswa, tindak kekerasan yang sering dilakukan guru terjhadap siswa dapat dicegah. Dengan tercegahnya tindak kekerasan terhadap siswa, sekolah menjadi lebih mudah untuk mewujudkan suasana dan iklim belajar yang nyaman dan kondusif. Sehingga diharapkan agar pematuhan terhadap SOP penanganan pelanggaran siswa diberlakukan secara konsisten.