Mispani Mispani
Institut Agama Islam Ma’arif NU Metro Lampung, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Education Character Perspective of K.H Hasyim and Hafidz Hasan Al-Mas’udi Moh Saiful Bahri; Mispani Mispani; Tukiran Tukiran
Bulletin of Pedagogical Research Vol 1 No 1 (2021): Bulletin of Pedagogical Research
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1550.707 KB) | DOI: 10.51278/bpr.v1i1.176

Abstract

Karakter pendidik menurut K.H. Hayim Asy’ari sebagai guru adalah sebagai berikut; ihsan, taqwa, sakinah, wara’, tawadlu’, khusyu’, tawakal, tidak memuliakan para penghamba dunia, zuhud, memilih pekerjaan yang baik, menghindari tempat timbulnya prasangka buruk orang terhadapnya, istikomah, melestarikan sunnah, membasmi bid’ah, dan perhatian terhadap masalah agama kemaslahatan umat, menghiasi perbuatan dan pekerjaan dengan kesunnahan, berbudi pekerti yang baik, membersihkan jiwa dan raga dari akhlak yang tercela, antusias dalam menambah ilmu dan bersunggung-sungguh serta rajin membaca, belajar, mengulang-ulang ilmu, memberi komentar kitab, menghafal, berdiskusi, dan mengajarkan ilmu, bertanya sesuatu yang tidak diketahui, sibuk dalam mengarang, meringkas, dan menyusun. Sedangkan dalam mengajar beberapa bentuk karakternya adalah selalu bersuci, memakai wewangian, dan pakaian terbaik, duduk di tempat yang terlihat oleh para hadirin, sebelum memulai pelajaran membaca Al-Qur’an, mendahulukan pelajaran yang lebih mulia dan penting, memperhatikan suara saat mengajar, memilih tempat mengajar yang kondusif. Karakter pendidik terhadap murid yaitu bertujuan mendapat ridha Allah, menyebarkan ilmu, menghidupkan syari’at Islam, melanggengkan munculnya kebenaran dan terpendamnya kebatilan, menghindari sikap tidak mau mengajar murid yang tidak tulus niatnya, mendekatkan murid dengan sesuatu yang terpuji, metode terbaik, bahasa yang baik, semangat mengajar, meminta murid mengulang hafalan, bersikap ramah, merawat interaksi belajar, menjaga konsentrasi pikiran murid. Karakter pendidik menurut Hafidz Hasan Al-Mas’udi yaitu; Pendidik haruslah memiliki sifat terpuji dan mulia, bertakwa, rendah hati, ramah tamah, bijaksana, sopan santun, memiliki rasa kasih sayang, lemah lembut, hendaklah guru mengajarkan masalah yang sesuai dengan kemampuan murid. Keywords: Education Character, Pendidikan Hafidz Hasan Al-Mas’udi, Pendidikan K.H. Hayim Asy’ari
The Public Perception of Islamic Education at Wali Songo Islamic Boarding School Sukajadi Village, Bumiratu Nuban District Syaikhul Ulum; Mispani Mispani; Jaenullah Jaenullah; Muhyidin Thohir
Bulletin of Pedagogical Research Vol 1 No 2 (2021): Bulletin of Pedagogical Research
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.904 KB) | DOI: 10.51278/bpr.v1i2.190

Abstract

Islamic Boarding School is a religious institution that cannot be separated from the community. This institution grows and develops for the community by positioning itself as part of the community. Along with the times, the demands of society towards the world of islamic boarding school have indeed been developing rapidly, especially in terms of education. At this time the islamic boarding school is started to be in great demand by most parents and the public who want more things than the existence of a boarding school. As for the needs and demands of the community towards Islamic Boarding School, santri must possess intellectual, spiritual intelligence and religious skills. This Research used qualitative methods with a descriptive quantitative approach. The determination of data sources is based on the theory of snow ball sampling. Data collecting techniques used documentation, observation and interviews. Data analysis techniques used data reduction, data presentation and drawing conclusions. To test the validity of the data used the triangulation method. The results of research show that Public perception of islamic boarding school in education is good. This can be seen through the significant increase of the students number, the development of curriculum that is oriented towards the development of intellectual and spiritual intelligence. The demands and needs of the public towards Islamic boarding schools are students having skills in religious fields such as: recitations, da'i, imam yasin, and khotib. In addition to the guidance, the public also demanded that students be able to speak foreign languages and to operate computers for the future. The effort undertaken by the Islamic boarding school is to compile a curriculum for madrasa dinniyah by incorporating a number of disciplines, conducting muhadorh, barzanji, yasin and tahlil activities to hone the ability of students in the religious field. Keywords: Islamic Education, Islamic Boarding School, Pesantren Wali Songo
Moral Development of Students at SD Negeri 2 Sumber Agung Ogan Komering Ilir Regency Khumaidul Ngubad; Mispani Mispani; Tukiran Tukiran
Bulletin of Pedagogical Research Vol 1 No 1 (2021): Bulletin of Pedagogical Research
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1160.813 KB) | DOI: 10.51278/bpr.v1i1.179

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perencanaan pembinaan akhlak siswa, untuk mengetahui pelaksanaan pembinaan akhlak siswa, dan untuk mengetahui evaluasi pembinaan akhlak siswa di SD Negri 2 Sumber Agung. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, dengan mengambil latar di SD Negri 2 Sumber Agung. Metode pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembinaan akhlak siswa yang dilakukan oleh kepala sekolah di SD Negri 2 Sumber Agung adalah dengan melakukan kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi. Dalam kegiatan perencanaan dilakukan secara matang dan bekerja sama dengan stakeholder sekolah, menetapkan jadwal kegiatan yang didokumentasikan secara tertib. Pada kegiatan pengorganisasian sekolah menetapkan para guru sebagai petugas pembinaan akhlak siswa yang disertai dengan rincian tugas yang jelas. Dalam aspek pelaksanaan kegiatan keagamaan maka waktu masuk sekolah yang lebih awal, peraturan yang tegas, dan para guru menanamkan keteladan kepada siswa. Sedangkan dalam evaluasi Sekolah telah melakukan dengan melihat berbagai kendala dalam pembinaan akhlak siswa yaitu masih adanya pelanggaran yang dilakukan oleh siswa perupa membolos, terlambat masuk sekolah dan tidak memasukan pakaian. Pelanggaran ini tidak adanya aturan yang resmi sebagai pedoman terhadap sanksi hukumannya. Implementasi kegiatan keagamaan di SD Negri 2 Sumber Agung diwujudkan dalam dua bentuk kegiatan yaitu : a) pembinaan akhlak siswa yang dilakukan sebelum proses pembelajaran terdiri dari kegiatan Tadarrus Al qur’an, Sholat Dhuha dan do’a, bersama, b) pembinaan akhlak siswa yang dilakukan di luar proses pembelajaran terdiri dari kegiatan sholat zhuhur berjamaah, kegiatan muhadhoroh, kegitan peringatan hari besar Islam, dan kegiatan perlombaan keagamaan. Efektifitas pembinaan akhlak siswa di SD Negri 2 Sumber Agung diketahui bahwa : a) Meningkatkan kebiasaan Ibadah siswa, b) Kemampuan membaca Al Qur’an siswa menjadi lebih baik dari sebelumnya, c) Adanya kepatuhan dalam mengikuti kegiatan keagamaan, 4) siswa mudah diatur serta ditertibkan saat pelaksanaan keagamaan. Kata Kunci: Pengaruh, Kedisiplinan, Performa Guru Akidah Akhlak, Prestasi Belajar Siswa