Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN TGF-β1 DAN ESTROGEN DENGAN VOLUME PROSTAT PADA PASIEN BPH, PASIEN TUA NON BPH, DAN PASIEN MUDA Soebhali, Boyke; Soetojo, Soetojo; Soebadi, Doddy M; Hendromartono, Hendromartono; P, Widodo J
Indonesian Journal of Urology Vol 16 No 1 (2009)
Publisher : Indonesian Urological Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32421/juri.v16i1.356

Abstract

Objective: To determine the correlation of TGF-b1 and estrogen with prostate volume in BPH patients, old patients without BPH and young patients. Materials and methods: We enrolled 30 patients and allocated them into three groups. First group consists of BPH patients, second group consists of old male patients with more than 55 years of age, and third group consists of young male patients with less than 40 years of age. We analyzed the level of TGF-b1 and estrogen in these patients. Transrectal USG was used to measure the prostate volume. We analyzed the correlations of TGF-b1 and estrogen level with prostate volume. Results: We found a positive strong correlation between estrogen and prostate volume in the BPH patient group (p=0,021; r coeff=0,786). Other group showed no significant correlations. Conclusion: Estrogen plays an important role in BPH pathophysiology. Further research on the influence of estrogen in BPH patients is recommended.
THE CORRELATION OF INTERNATIONAL PROSTATE SYMPTOM SCORE (IPSS) WITH QMAX ON UROFLOWMETRY OF BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA (BPH) PATIENTS AT ABDUL WAHAB SJAHRANIE HOSPITAL IN SAMARINDA Nia Ramadhanurrosita; Boyke Soebhali; Hary Nugroho
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30650/jik.v7i2.288

Abstract

Background: Benign prostatic hyperplasia (BPH) is one of the most common benign tumors on elderly man. BPH manifests as lower urinary tract symptoms (LUTS). To determine subjectively the symptom severity of LUTS, quantitatively, it was used a diagnostic tool called IPSS. However, IPSS individually is not enough in enforcement of definitive diagnosis man with LUTS. There were some other diagnostics tools used in diagnosing BPH, the other one is uroflowmetry examination that is objective. This research aims are to know the correlation between IPSS and Qmax on uroflowmetry in BPH patients at Abdul Wahab Sjahranie Hospital in Samarinda.Methods: This research is an analytic survey with observational design, cross sectional. The subject of this research is BPH patients with LUTS at Abdul Wahab Sjahranie Hospital in Samarinda on March until May 2019. Data is collected primarily through the IPSS’s questionnaire filled by the patient. Data flow rate obtained through uroflowmetry examination with emphasis on maximum flow rate (Qmax).Results: This research found that BPH is majorly found on group age 60-69 years (45%). IPSS with moderate symptom severity mostly found on patient (60%). Nocturia (90.5%) and incomplete emptying (85%) is the most frequent symptoms found. The analysis results showed that IPSS had a moderate negative correlation with Qmax on uroflowmetry (r = -0,567; p = 0,009).Conclusions: There was correlation between IPSS and Qmax on uroflowmetry of BPH patients at Abdul Wahab Sjahranie Hospital in Samarinda.
Gambaran Status Konsumsi Air Minum Pada Pasien Batu Saluran Kemih Syifa Fitria Anggraeny; Boyke Soebhali; Sulistiawati Sulistiawati; Poppy Desra S Nasution; Endang Sawitri
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i1.211

Abstract

Penyakit batu saluran kemih (BSK) adalah pembentukan batu yang disebabkan oleh pengendapan kristal yang dapat terjadi di ginjal, ureter, buli, dan uretra. Penyakit BSK merupakan penyakit ketiga terbanyak di bidang urologi setelah infeksi saluran kemih dan pembesaran prostat benigna. Salah satu faktor risiko penyakit BSK adalah asupan air minum yang kurang. Asupan air minum yang kurang menyebabkan volume urine yang tidak cukup untuk membuang zat sisa metabolisme dan garam yang berlebihan, serta menyebabkan supersaturasi urine dan retensi endapan zat terlarut dalam urine yang memudahkan terbentuknya BSK. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional serta menggunakan metode purposive sampling yang bertujuan untuk mengetahui gambaran status konsumsi air minum pada pasien batu saluran kemih di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Data yang diperoleh berasal dari hasil wawancara pasien menggunakan kuesioner BEVQ-15 dan data rekam medik RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Jumlah sampel yang diperoleh sebesar 55 pasien yang telah didiagnosis BSK. Hasil menunjukkan bahwa terdapat 56,4% responden dengan status konsumsi air minum yang masih kurang dengan rata-rata konsumsi air minum sebanyak 2343,5 ml/hari. Jumlah ini masih kurang dari anjuran minum European Association of Urology, yaitu 2500 ml/hari. Kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil penelitian adalah status konsumsi air minum pasien BSK sebagian besar berada pada kategori kurang. Kata Kunci: Konsumsi Air Minum, Batu Saluran Kemih
Hubungan Kepadatan Batu Menurut Hounsfield Unit (HU) dengan Komposisi Batu Saluran Kemih di Poli Urologi RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda: Association Between Stone Density According to Hounsfield Unit (HU) with Urinary Tract Stone at Urology Clinic of Abdul Wahab Sjahranie Hospital Samarinda Alief Fikri Rusdi; Boyke Soebhali; Hary Nugroho
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2022): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4i2.660

Abstract

Batu saluran kemih (BSK) atau urolithiasis adalah suatu kondisi patologis yang ditandai dengan keberadaan batu di traktus urinarius. Di Indonesia, BSK merupakan salah satu dari tiga penyakit yang terbanyak di bidang urologi. Umumnya pasien BSK mengeluhkan nyeri pada pinggang. Untuk menegakkan diagnosis dapat dilakukan pemeriksaan lanjutan seperti pemeriksaan radiologi dengan menggunakan CT-Scan yang dapat memberikan hasil pencitraan yang lebih baik dibandingkan foto konvensional dan ultrasonografi. Selain dapat menentukan ukuran dan letak dari batu, CT-Scan juga dapat mengukur kepadatan dari batu dengan Hounsfield Unit (HU). Hounsfield Unit juga telah digunakan untuk menentukan komposisi dan opasitas dari batu saat dilakukan diagnosis. Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan kepadatan batu menurut HU dengan komposisi batu saluran kemih di poli urologi RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian dengan metode cross sectional dilakukan pada 30 pasien BSK. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil uji Mann-Whitney atar menemukan kelompok yang memiliki hubungan adalah kalsium oksalat-asam urat (p=0.000) dan asam urat-struvit (p=0.013), sedangkan kelompok kalsium oksalat-struvit tidak memiliki hubungan (p=0.132).