Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Pemerintah Pidie Jaya dalam Pembinaan Keluarga Pasangan di Bawah Umur: (Telaah Implementasi Peraturan Perundang-Undangan) Muhammad Jafar
Al-Mizan Vol 9 No 1 (2022): Al-Mizan
Publisher : Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan itu bertujuan untuk suatu tujuan keluarga bahagia sakinah mawaddah wa rahmah. Namun tujuan itu kadang terhambat disebabkan para pasangan belum memasuki usia kematangan dalam melaksanakan pernikahan yang disebut dengan pernikahan dini. Dalam hal ini selain keluarga, pemerintah Daerah penting untuk terlibat memberikan pembinaan dan pendampingan agar terwujudnya tujuan keluarga. Penelitian ini adalah penelitian lapangan, pengumpulan datanya melalui observasi dan wawancara mendalam dengan informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan pemerintah Kabupaten Pidie Jaya lewat Dinas Sosial bagian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan bidang Jaminan Sosial tidak serius menangani masalah pembinaan terhadap pasangan pernikahan dini, sebab kasusnya sedikit dan tidak ada data valid yang masuk.
Financial Literacy, Career Ambitions, and Childfree Decisions among Millennial Couples in Pidie Jaya: A Maqāṣid al-Sharī‘ah Perspective Muhammad Jafar; Miftahul Jannah
Lentera: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 8 No 1 (2026): Lentera: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : Program Pascasarjana IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/lentera.v8i1.14775

Abstract

This study examines the phenomenon of childless living among millennial couples in Pidie Jaya Regency, a region characterised by strong Islamic and Acehnese cultural values. The research aims to analyse how financial literacy and career ambitions influence couples’ decisions to remain childless, using Maqāṣid al-Sharī‘ah as a critical analytical framework. Employing a qualitative descriptive method, data were collected through in-depth interviews with ten selected millennial couples. Empirical findings indicate that financial literacy and career aspirations contribute to a risk-mitigation approach to family planning among the informants. Rather than signifying a total paradigm shift in society, this phenomenon reflects micro-level adaptation by specific couples facing the complexities of the modern economy. Analysed through Maqāṣid al-Sharī‘ah, the findings reveal a dynamic tension between the traditional priority of ḥifẓ al-nasl (preservation of lineage) and the couples’ direct focus on ḥifẓ al-māl (protection of property) and ḥifẓ al-nafs (protection of life/mental well-being). This study concludes that the decision not to have children among these particular couples constitutes a renegotiation of individual family planning, driven by financial and psychological readiness. This research contributes to sociological studies of Islamic family law by providing empirical evidence of how traditional theological narratives are critically navigated by the millennial generation in semi-rural societies.