Problems regarding broken homes among teenagers still occur and are often found in churches, so the church in dealing with this problem should not close its eyes or ignore it. The broken home experienced by teenagers is caused by the role of parents who are lacking in giving love to teenagers and due to a lack of harmony in the family, so it can become a serious problem if it is not immediately handled psychologically and pastoral counseling. The purpose of this article is to explain pastoral counseling to adolescent victims of broken homes in dealing with problems that exist in the family, psychological conditions of children and is held to rebuild damaged relationships in the family. The problem in this research is as follows: how is the pastoral service to church members who are teenagers who are victims of broken homes? The method used in this research is descriptive qualitative. The results of the study show that the form of pastoral counseling can be done by internalizing Bible truths in fostering faith in adolescents, providing pastoral counseling in the form of groups and individually that can be applied by church members aged teenagers in their community. family and society. Keywords: youth, broken home, family, pastoral counseling AbstrakPermasalahan mengenai broken home dikalangan anak remaja masih banyak terjadi dan sering ditemukan di dalam gereja, sehingga gereja dalam mengatasi masalah ini tidak boleh tutup mata atau mengabaikannya. Broken home yang di alami oleh anak remaja diakibatkan dari peranan orang tua yang kurang dalam memberi kasih sayang terhadap anak remaja dan disebabkan kurangnya keharmonisan di dalam keluarga, sehingga dapat menjadi masalah yang serius jika tidak segera ditangani secara psikologi dan konseling pastoral. Tujuan dari artikel ini untuk menjelaskan konseling pastoral terhadap remaja korban broken home dalam menangani masalah yang ada di dalam keluarga, kondisi psikologi anak dan diadakan untuk membangun kembali hubungan yang sudah rusak di dalam keluarga. Masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: bagaimanakah pelayanan pastoral terhadap warga gereja usia remaja korban broken home? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa bentuk konseling pastoral dapat dilakukan dengan internalisasi kebenaran Alkitab dalam pembinaan iman terhadap remaja, memberi konseling pastoral dalam bentuk kelompok dan secara individu yang dapat diterapkan oleh warga gereja usia remaja di dalam keluarga dan masyarakat. Kata Kunci: remaja, broken home, keluarga, konseling pastoral