Stephen Curkpatrick
Stirling Theological College, Australia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SHIPWRECK, IMPERATIVE AND GRATITUDE Stephen Curkpatrick
SIAP: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 10, No 1 (2021): Juli 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Jemaat Kristus Indonesia, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.308 KB) | DOI: 10.55087/siap.v10i1.10

Abstract

Setelah terdampar di sebuah pulau yang tak dikenal, Robinson Crusoemenghabiskan banyak waktu untuk memperkuat kelangsungan hidupnyadalam lingkungan baru dan aneh. Dia juga membayangkan bagaimanakeadaannya jika dia tidak mendapatkan apapun dari peristiwa karamnyakapal itu — sebuah gambaran yang dapat diterapkan pada pengalamanhidup kita sebagai kapal karam di suatu tempat dan bukan di tempat lain.Dengan rasa syukur atas apa yang dia miliki dan imperatif untuk bertahanhidup, Robinson Crusoe membentuk masa depan dari puing-puingkeadaannya yang tidak menguntungkan. Gambaran Crusoe tentang kapalkaram, imperatif untuk bertahan hidup dan rasa syukur menyediakan situsgabungan untuk memahami kehilangan dan kemungkinan manusia ditengah puing-puing bangkai kapal kehidupan. Setelah mendarat di suatutempat di tengah begitu banyak puing-puing, ada konteks dan hal-hal dimana kehidupan dijalani menuju sebuah horison dalam rasa syukur danpemikiran yang dapat menafsirkan dan menerka secara kreatif menujumasa depan. Kata Kunci: Robinson Crusoe, kapal karam
Christian Scripture vs The Bible Stephen Curkpatrick
SIAP: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 10, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Jemaat Kristus Indonesia, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.491 KB) | DOI: 10.55087/siap.v10i2.2

Abstract

Penerimaan dan penggunaan Kitab Suci Kristen terjadi melalui prisma kristologis dalam memperhatikan bahasa bernuansa dimana kasih karunia diungkapkan dengan tulus. Tanpa adanya prisma ini, Alkitab dapat dengan cepat menjadi alat ukuran moral sebagai bentuk identitas Kristen; selain itu, Alkitab dapat mengasumsikan status katalog budaya dinamika sosiologis. Sebagai orientasi inheren kristologis, Kitab Suci Kristen adalah sumber imperatif Kristen khusus yang melampaui teks, bertekstur kristologis dan nuansa penafsirannya hadir di tengah kemanusiaan. Secara khusus Kitab Suci Kristen memiliki pusat referensi dalam Kristus sebagai Firman sebagaimana disaksikan oleh Kitab Suci itu sendiri. Key words: Scripture, interpretation