Maspur Makhmudi
UPPM Polbangtan Bogor

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

AKSELARASI KELEMBAGAAN EKONOMI PETANI MELALUI USAHA SAPI POTONG DI SENTRA PETERNAKAN RAKYAT (SPR) KABUPATEN SUBANG Maspur Makhmudi; Harniati Harniati; Chifayah Astuti
Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Politeknik Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.056 KB) | DOI: 10.51852/jaa.v2i2.368

Abstract

Penelitian sebelumnya menyebutkan pembiayaan usaha tani (70%) didominasi modal petani sendiri. Sedangkan sumber-sumber pembiayaan dari lembaga ekonomi petani belum dimanfaatkan dengan baik (Rahayu (2015). Solusi untuk merubah dinamika daya saing peternakan diantaranya diupayakan melalui akselarasi kelembagaan ekonomi petani di kawasan pengembangan Sentra Peternakan Rakyat (SPR) secara terintegrasi dalam satu manajemen. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui karakteristik responden memanfaatkan sumber-sumber dan preferensi pembiayaan usaha ternak sapi potong (2) Mendiskripsikan pemanfaatan sumber-sumber dan preferensi pembiayaan usaha ; (3) Menganalisis hubungan karakteristik responden dengan pemanfaatan sumber-sumber dan preferensi pembiayaan usaha ternak sapi potong .Penelitian dilaksanakan di SPR Kasaliang, SPR Cinagarabogo pada bulan Juli-September 2018. Teknik pemilihan lokasi secara “Purposive” berdasarkan pertimbangan lokasi SPR yang tergabung dalam gugus perwakilan pemilik ternak (GPPT). Penetapan jumlah sampel 60 orang dengan “Purposive”, kemudian pemilihan sampel dari populasi 1047 orang menggunakan pendekatan “Stratified Random Sampling”. Analisis data menggunakan pendekatan statistik deskriptif dan inferens. Hasil penelitian adalah (1) Sebanyak 83% responden didominasi karakteristik syarat kepemilikan ternak sapi potong (2 – 10 ekor/orang) bila dibandingkan dengan pengalaman usaha dan pendidikan masing-masing berjumlah 65 % dan 48%; (2) Adanya pergeseran orientasi untuk memanfaatkan sumber-sumber dan preferensi pembiayaan usaha masing-masing sebesar 87% dan 90% dengan memanfaatkan sumber-sumber pembiayaan informal maupun formal; (3) Hubungan antara karakteristik kepemilikan ternak dengan sumber-sumber pembiayaan adalah cukup (r = -0,268) dan hubungannya dengan preferensi pembiayaan adalah kuat ( r = -0,522) artinya kontribusi kelembagaan keuangan masih perlu lebih dioptimalkan untuk memperkuat kelembagaan ekonomi petani melalui pemanfaatan sumber-sumber dan preferensi pembiayaan usaha dalam pengembangan kawasan SPR.