Artikel ini berbicara tentang konflik sosial yang menjadi permasalahan klasik masyarakat di Bali akibat kuatnya hegemoni sistem stratifikasi sosial dalam cerpen KKDBB karya Rasta Sindhu.Permasalahan yang dibahas dalam artikel ini adalah potret tirani dalam praktik sosiokultural di Bali, sikap serta resistensi pengarang terhadap tindakan tirani dalam praktik sosiokultural di Bali pada cerpen KKDBB karya Nyoman Rasta Sindhu.Pada perspektif ini secara sosiokultural akan dapat ditelusuri sikap yang ditunjukkan oleh Rasta Sindhu dalam upaya menciptakan linieritas pemahaman kepada masyarakat dalam menyikapi permasalahan tindakan tirani yang terlahir akibat sistem kasta di Bali. Artikel ini menggunakan pendekatan/ studi sosiokultural dalam membedah dan menganalisis cerpen KKDBB karya Rasta Sindhu.Studi multidisiplin ini dibangun atas dasar kompetensi sastra dan kebudayaan. Dalam hal ini, penulis bertindak sebagai instrument kunci/ human instrument dalam menafsirkan dan menginterpretasikan data.Hasil analisis menunjukkan bahwa potret tirani dalam praktik sosiokultural di Bali pada cerpen KKDBB tergambar dalam tindakan sewenang-wenang tokoh ayah yang mengeliminasi Gung De Lila dari keluarga puri. Tindakan ini terlahir dari akibat penilaian subjektivitas tokoh ayah yang menganggap pilihan Gung De Lila menikahi perempuan sudra adalah bentuk pembangkangan terhadap kehormatan keluarga. Sikap dan resistensi pengarang terhadap tindakan tirani dalam praktik sosiokultural di Bali pada cerpen KKDBB direpresentasikan melalui konsistensisikap tokoh Gung De Lila.