Rodini
Akademi Keperawatan Buntet Pesantren Cirebon, Jawa Barat, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Budaya Organisasi dan Pemberdayaan Kerja terhadap Kinerja Pegawai pada Akademi Keperawatan Buntet Pesantren Cirebon Rodini
Jurnal Akper Buntet: Jurnal Ilmiah Akper Buntet Pesantren Cirebon Vol. 1 No. 1 (2017): AKPER Buntet Pesantren Cirebon
Publisher : Akademik Keperawatan Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.014 KB)

Abstract

Penilitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Budaya Organisasi dan Pemberdayaan Kerja terhadap Kinerja Pegawai di Akademi Keperawatan Buntet Pesantren Cirebon. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan pada AKPER Buntet Pesantren Cirebon. Jumlah karyawan keseluruhan baik itu karyawan tetap maupun karyawan tidak tetap berjumalah 35 orang. Penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Slovin diperoleh banyaknya sampel 35 orang. Variabel yang dikaji dalam penelitian ini terdiri dari Budya Organisasi dan Pemberdayaan Kerja sebagai variable bebas serta Kinerja Pegawai sebagai variable terikat. Analisis terhadap penelitian dilakukan menggunakan rumus regresi linier berganda untuk menguji hipotesis penelitian baik secara simultan maupun parsial. Dari hasil pengujian tersebut dapat dijelaskanbahwa budaya organisasi dan pemberdayaan kerja secara bersama-sama dpat mempengaruhi kinerja  pegawai, karena budaya organisasi dan pemberdayaan kerja memiliki hubungan yang positif atau searah dengan kinerja  pegawai. Hal ini didasarkan pada hasil uji P pada tabel ANOVA, dimana nilai F hitung sebesar 15,263 > dari P tabel 3,16 dan nilai Sig 0,000 < 0,05. Adapun besarnya pengaruh pengaruh secara bersama-sama terhadap Kinerja Pegawai sebesar 34,9 % dan sisanya dipengaruhi variabel lain sebesar 63,1J.
Asuhan Keperawatan Ny. N dengan Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran Di Ruang Dewi Kunti RSJ Prof Dr. Soerojo Magelang Rodini Rodini; Thoyibah Thoyibah
Jurnal Akper Buntet: Jurnal Ilmiah Akper Buntet Pesantren Cirebon Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Akper Buntet Pesantren Cirebon
Publisher : Akademik Keperawatan Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Halusinasi merupakan suatu gejala gangguan jiwa di mana klien merasakan suatu stimulus yang sebenarnya tidak ada. Klien mengalami perubahan sensoripersepsi; merasakan sensasi palsuberupa suara, penglihatan, pengecapan, perabaan, atau penciuman. Pada gangguan halusinasi penglihatan misalnya, klien melihatsuatu bayangan menakutkan, padahal tidak ada bayangan tersebut. Salah satumanifestasi yang timbul adalah halusinasi membuat klien tidak dapat memenuhi kehidupannya sehari-hari. Halusinasi merupakan salah satu dari sekian bentuk psikopatologi yang paling parah dan membingungkan. Secara fenomenologis, halusinasi adalah gangguan yang paling umum dan paling penting. Selain itu, halusinasi dianggap sebagai karakteristik psikosis. Cukup tingginya jumlah klien yang dirawat dengan masalah utama Gangguan Halusinasi Pendengaran di Rumah Sakit Jiwa Prof Dr Soerojo Magelang yaitu bulan Agustus 2020 – Desember 2020, maka dibutuhkan perawat untuk melakukan asuhan keperawatan dengan memperhatikan aspek bio-psikososial-kultur dan spiritual, merupakan hal pokok yang melatar belakangi penulis mengambil kasus Gangguan Halusinasi Pendengaran. Tujuan dari penulisan Laporan Studi Kasus ini adalah memperoleh pengalaman nyata dalam merawat atau melakukan asuhan keperawatan pada klien dengan Halusinasi Pendengaran dengan menggunakan tahap-tahap proses keperawatan. Metode yang digunakan dalam penulisan Laporan Studi Kasus ini menggunakan metode deskriptif yaitu wawancara, observasi, study dokumentasi dan literatur. Diagnosa keperawatan yang didapat yaitu Halusinasi Pendengaran. Untuk dapat mencapai hasil yang optimal bisa dicapai yaitu apabila proses keperawatan dilakukan secara komprehensif yang ditunjang oleh adanya kerja sama dengan klien, keluarga, perawat dan tim kesehatan lainnya sehingga apa yang diharapkan bisa tercapai