Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Umur Simpan Ekstrak Kulit Buah Naga (Hylocereus Polyrhizus) asal Mataram sebagai Pewarna Alam Yunan Jiwintarum; Lale Syifaun Nufus
JIKF Vol 1 No 1 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.266 KB)

Abstract

Kulit buah naga mengandung zat warna alami antosianin. Antosianin merupakan zat warna yang berperan memberi warna merah yang berpontensi menjadi pewarna alami untuk pangan dan dapat dijadikan alternatif pengganti pewarna sintetik yang lebih aman bagi kesehatan. Penelitian merupakan penelitian True experimental yang bertujuan untuk mengekstrak zat warna antosianin dari kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus) dan untuk mengetahui umur simpan ekstrak kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus).Ekstraksi antosianin dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut aquadest.Parameter yang diterapkan pada penguji umur simpan ekstrak kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus) adalah pengamatan warna dan bau secara organoleptik, pengukuran pH dan pengamatan pertumbuhan mikro organisme dari ekstrak kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus) yang disimpan selama beberapa hari. Hasil pengamatan pada uji umursimpan ekstrak kulit buah naga (Hylocereus Polyrhizus) diperoleh ekstrak kulit buah naga (Hylocereus Polyrhizus) tidak mengalami perubahan sampai hari ke-3.Perubahan warna, peningkatan pH dan pertumbuhan mikroorganisme terjadi pada hari ke-4.Jadi, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa umur simpan ekstrak kulit buah naga (Hylocereus Polyrhizus) dengan pelarut aquadest adalah 4 hari.
The Level of Housewife's Knowledge about Antibiotic Use Muhamad Adryan Farabi; M. Sidrotullah; Tri Puspita Roska; Andy Susbandiyah Ifada; Lale Syifaun Nufus
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS6.5127

Abstract

Low knowledge about medications including the use of antibiotics can lead to the failure of therapy objectives. Improperly use of antibiotics can cause bacterial resistance. The correct use of antibiotics can be influenced by several factors, one of which is the level of knowledge. This study aims to determine the level of housewives' knowledge about antibiotic use in Dasan Tapen Induk Village, Gerung District, West Lombok Regency. Method: This research is a descriptive survey study, using purposive sampling technique. The sample consists of 77 respondents who meet the inclusion and exclusion criteria. Data from the respondents were collected using a questionnaire and analyzed quantitative descriptive. 41 respondents (53.25%) had good knowledge, 30 respondents (38.96%) had sufficient knowledge, and 6 respondents (7.79%) had poor knowledge. It can be concluded that the level of housewives' knowledge about antibiotic use is classified as good (53.25%).