Hani yaturroufah
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

RITUAL SESAJI SEBAGAI BENTUK PERSEMBAHAN UNTUK KANJENG RATU KIDUL DI DESA KARANGBOLONG KECAMATAN BUAYAN KABUPATEN KEBUMEN Hani yaturroufah
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 3, No 5 (2013): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.648 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) prosesi ritual sesaji, (2) makna simbolik sesaji, dan (3) fungsi ritual sesaji di pesanggrahan Kanjeng Ratu Kidul di Desa Karangbolong Kecamatan Buayan Kabupaten Kebumen. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata  tertulis atau lisan dari orang-orang atau perilaku yang dapat diamati. Hasil dari penelitian ini adalah prosesi ritual sesaji, makna simbolik sesaji, dan fungsi dari ritual sesaji. Prosesi ritual meliputi: persiapan pada hari Rabu dilakukan proses penjemuran pakaian yang berada di dalam pesanggrahan dan hari Kamis Juru Kunci dan warga memulai berbelanja barang-barang yang akan dimasak untuk sesaji, pelaksanaan pada hari Jumat dilakukan prosesi penyembelihan kerbau sebagai sesaji, peletakan sesaji di pesanggrahan, dan acara kenduri bersama warga dan perangkat desa, prosesi puncak dilaksanakan pada jumat malam jam 24.00 WIB dengan ditandai pembersihan semua sesaji yang ada di ruang sesaji. Adapun makna simbolik sesaji meliputi: Janur kuning mempunyai makna “sing kukuh sing ngening”, Cengkir atau kelapa muda mempunyai makna “kencenge pikir”. Fungsi folklor dalam upacara ritual ini yaitu fungsi ritual dan fungsi sosial. Diantara fungsi sosial yang ada antara lain (a) fungsi sebagai sarana kerukunan hidup, (b) fungsi sebagai kegotongroyongan, (c) fungsi sebagai alat pengendali atau pengawas norma-norma masyarakat yang selalu dipatuhi oleh pendukungnya, (d) fungsi sebagai sarana hiburan, (e) fungsi pelestarian tradisi, dan (f) fungsi sebagai pengesahan pranata dan lembaga-lembaga kebudayaan masyarakat desa Karangbolong. Fungsi pelestari tradisi yaitu masih dilaksanakannya ritual sesaji sebanyak empat kali dalam satu tahun, karena merupakan warisan dari leluhur yang tidak ditinggalkan. Kata Kunci: Ritual, Sesaji, Persembahan, Kanjeng Ratu Kidul