Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KARAKTERISTIK KOMPONEN FUEL NOZZLE GASKET PESAWAT CESSNA GRAND CARAVAN 208B Clensaint Andika; Indreswari Suroso; Noviana Utami
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 7 No 2 (2021): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (823.175 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v7i2.341

Abstract

Pesawat Cessna Grand Caravan 208B merupakan pesawat angkut ringan bermesin tunggal dengan penggerak propeller atau engine turboprop. Ada banyak komponen yang saling berhubungan pada mesin pesawat, salah satunya adalah fuel nozzle gasket yang berada diantara fuel nozzle dan combustion chamber yang berfungsi untuk menjaga tekanan yang dihasilkan dari ruang bakar agar tidak keluar dari mesin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari karakteristik komponen fuel nozzle gasket pesawat Cessna Grand Carravan 208B yang meliputi 1). Komposisi kimia, 2.) Kekerasan Vickers, 3). Laju keausan, 4). Struktur mikro, dan 5). Laju korosi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif melalui pengujian: 1). komposisi kimia yang digunakan untuk mempelajari unsur-unsur dan persentase, 2). kekerasan Vickers yang digunakan untuk mempelajari tingkat kekerasan. 3). keausan yang digunakan untuk mempelajari laju keausan, 4). struktur mikro yang digunakan untuk mempelajari fasa-fasa yang terjadi, dan 5). korosi yang digunakan untuk mempelajari laju korosi. Karakteristik komponen fuel nozzle gasket pesawat Cessna Grand Carravan 208B meliputi 1). komposisi kimia dengan unsur-unsur dominan adalah unsur-unsur Fe 69,6500%; Cr 17,600%; Ni 9,1190%; Mn 1,7230%; Si 0,4920% dan termasuk dalam paduan baja austenitik AISI 304 dengan unsur-unsur C < 0,07%; Mn <2%; Cr 17 - 19%; dan Ni 8,5 - 10,5%, 2). kekerasan Vickers rata-rata sebesar 162,26 VHN yang dipengaruhi unsur-unsur Cr, Mn, dan C, 3). struktur mikro menunjukkan fasa perlit (yang tersusun oleh unsur Fe dan unsur C) lebih dominan dibandingkan dengan fasa ferit (yang tersusun oleh unsur Cr), 4). laju keausan sebesar 0,56020 mm3/kgm dan tergolong rendah yang dipengaruhi adanya unsur Mn. 5). laju korosi sebesar 0,036 MPY dan dikategorikan sebagai relative corrosion resistance “outstanding” yang dipengaruhi oleh unsur Cr dan unsur Ni.
PENGARUH SUHU TERHADAP LAJU KOROSI KOMPONEN LOGAM PADA BAGIAN FUSELAGE PESAWAT MD-80 Noviana Utami; Rochmadi Rochmadi
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 1 (2022): Vol 8 No 1 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56521/teknika.v8i1.646

Abstract

Pesawat merupakan moda transportasi efektif dan efisien bagi Indonesia sebagai Negara Kepulauan. Keselamatan penerbangan berupa kelayakan pesawat menjadi salah satu faktor utama. Komponen logam pada bagian fuselage menjadi perhatian utama karena berhubungan langsung dengan lingkungan. Faktor lingkungan, seperti suhu dapat mempengaruhi laju korosi komponen logam yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kelayakan pesawat. Variasi suhu terbagi menjadi 4, yaitu , , , dan dengan kondisi lingkungan pH tetap, yaitu 3,4 dalam rentang waktu 12 jam. Kehilangan berat komponen logam terhadap suhu lingkungan menjadi perhatian. Laju korosi komponen logam pada bagian fuselage pesawat MD-80 terhadap variasi suhu dalam rentang waktu 12 jam menunjukkan nilai laju korosi yang tidak signifikan. Hal ini mungkin disebabkan karena dalam rentang waktu tersebut proses korosi masih berjalan, namun namun tidak menutup kemungkinan sudah terjadi korosi.
SIFAT MEKANIK KOMPOSIT FIBERGLASS MELALUI UJI LENTUR Noviana Utami; Ervanda Cahyo
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 2 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56521/teknika.v8i2.798

Abstract

Penerapan komposit pada berbagai bidang telah berkembang dengan pesat, hal ini ditunjukkan dengan industri dirgantara dan pesawat, juga mengaplikasikan komposit canggih yang diperkuat serat, seperti fiberglass. Contoh penerapan komposit pada industri pesawat, antara lain pada bagian fairings, komponen interior, dan lain-lain. Komposit yang diperkuat serat akan mampu meningkatkan keuletan komposit. Distribusi normal pada data beban terhadap defleksi, data tegangan lentur terhadap regangan lentur, dan data slope atau modulus elastis pada komposit fiberglass memenuhi 99,7% populasi berada dalam 3 standar deviasi rata-rata. Komposit fiberglass dalam penelitian ini mempunyai kekuatan material atau sifat mekanik berupa sifat lentur yang baik. Hal ini disebabkan dengan adanya fiberglass di dalam komposit mampu meningkatkan keuletan komposit, di mana beban yang diterima komposit kemudian ditransmisikan dan didistribusikan diantara serat-serat melalui fase matriks. Selain itu, adanya fiberglass dapat meningkatkan kekuatan, kekakuan, dan ketahanan tanpa menambah berat komposit.
ANALISIS CACAT PERMUKAAN LOGAM FUSELAGE SKIN BOEING 737-9 MENGGUNAKAN PROBE FREQUENCY OF EDDY CURRENT 10.000 – 500.000 Hz Noviana Utami; Redi Yonathan
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 9 No 1 (2023): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56521/teknika.v9i1.975

Abstract

Kelaikudaraan atau airwothiness pada pesawat udara salah satunya dinyatakan dengan pemenuhan persyaratan pengujian komponen dan sistem. Non Destructive Testing (NDT) – Eddy Current merupakan salah satu pengujian umum yang dapat diaplikasikan pada komponen pesawat udara. Penelitian ini mempelajari analisis cacat permukaan logam fuselage skin Boeing 737-9 pada bagian Emergency Window menggunakan probe frequency of Eddy Current 10.000 – 500.000 Hz. Cacat permukaan logam uji menggunakan probe frequency of Eddy Current didekati dengan nilai depth of penetrants. Distribusi normal untuk data depth of penetrants permukaan logam fuselage skin Boeing 737-9 berbasis Al 2024-T3 memenuhi 99,7% dari pengamatan berada dalam 3 standar deviasi rata-rata ke arah kanan dan kiri. Nilai depth penetrant stabil pada nilai 0,200 mm, yaitu saat probe frequency of Eddy current 22.000 – 500.000 Hz. Semakin tinggi probe frequency maka nilai depth of penetrant semakin kecil. Hal ini disebabkan karena semakin tinggi probe frequency of Eddy Current maka resolusi keberhasilan dalam mendeteksi cacat dan retak permukaan logam semakin maksimum dan mempunyai sensitivtas yang tinggi.