Moch Yazid
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SELEKSI MIKROBA METANOGENIK MENGGUNAKAN IRRADIASI GAMMA UNTUK PENINGKATAN EFISIENSI PROSES DIGESTI ANAEROB PEMBENTUKAN BIOGAS Moch Yazid; Aris Bastianudin
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 14 Nomor 1 Januari 2011
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1122.373 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2011.14.1.31

Abstract

SELEKSI MIKROBA METANOGENIK MENGGUNAKAN IRRADIASI GAMMA UNTUK PENINGKATAN EFISIENSIPROSES DIGESTI AN-AEROB PEMBENTUKAN BIOGAS. Seleksi mikroba metanogenik menggunakan irradiasigamma sebagai upaya peningkatan efisiensi proses pembentukan biogas telah dilakukan. Tujuan dari penelitian ini,untuk mendapatkan isolat mikroba metanogenik yang mempunyai konstanta pertumbuhan spesifik (μ) tinggisehingga diharapkan dapat diaplikasikan untuk peningkatan efisiensi produksi biogas pada proses digesti anaerobdari kotoran ternak. Sebagai sumber mikroba digunakan sludge yang diambil dari dalam tangki digester instalasibiogas konvensional di dusun Marangan, Bokoharjo, Prambanan, Sleman. Adapun irradiasi dilakukan menggunakanIrradiator Gamma C0-60 dengan variasi dosis 0-25 kGy. Isolasi mikroba dilakukan dalam media pertumbuhan yangmengandung 30% rumen cair dalam suasana anaerob dengan penambahan campuran gas 80% H2 dan 20% CO2.Pengamatan pertumbuhan koloni dilakukan menggunakan sinar ultra violet (UV) gelombang panjang, sedangkanpertumbuhan mikroba ditentukan berdasarkan hasil analisis spektrofotometri dan penentuan gas metanmenggunakan gas kromatografi. Dari hasil penelitian ini didapatkan 4 isolat mikroba metanogenik (RB10, RB15,RB20 dan RB25) yang tumbuh pada perlakukan irradiasi dengan dosis 10-25 kGy. Dari hasil identifikasi dapatdiketahui bahwa isolat mikroba RB10 dan RB25 merupakan anggota dari genus Methanobacterium sedangkan isolatRB15 dan RB20 masing-masing termasuk genus Methanosarcina dan Methanospirillum. Nilai konstantapertumbuhan spesifik (μ) dari keempat isolat berkisar antara 0,022 – 0,031. Sedangkan efisiensi pembentukan gasmetan untuk masing-masing isolat berkisar antara 53.4%. - 67.6%. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa isolatRB25 terpilih sebagai isolat yang memiliki konstanta pertumbuhan spesifik (μ) tertinggi yaitu 0,031 dan efisiensiproduksi gas metannya 67,6 %.Kata Kunci : biogas, irradiasi gamma, mikroba
PENGARUH OZONISASI TERHADAP DO, BOD DAN PERTUMBUHAN BAKTERI DI DALAM LIMBAH CAIR INDUSTRI PENYAMAKAN KULIT Moch Yazid; Aris Bastianudin; Widdi Usada
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Vomor 10 Nomor 1 Januari 2007
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.088 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2007.10.1.158

Abstract

PENGARUH OZONISASI TERHADAP DO, BOD DAN PERTUMBUHAN BAKTERI DI DALAM LIMBAH CAIRINDUSTRI PENYAMAKAN KULIT. Telah dilakukan penelitian pengaruh ozonisasi terhadap desolved oxygen (DO),biological oxygen demand (BOD) dan pertumbuhan bakteri di dalam limbah cair industri penyamakan kulit. Penelitianini bertujuan untuk mempelajari pengaruh ozonisasai terhadap proses dekomposisi senyawa organik di dalam limbahini, dengan indikator penurunan BOD, kenaikan DO dan pertumbuhan bakteri dekomposer. Ozonisasi dilakukandengan variasi waktu 0, 15, 30, 45, 60, 75, 90, 105, 120, 135, 150, 165, 180, 195 dan 210 menit. Masing-masingsampel limbah yang telah diozonisasi disimpan dalam tabung reaksi steril untuk isolasi bakteri dan sebagian lagidisimpan di dalam botol lain untuk dilakukan pengukuran BOD dan DO. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwaozonisasi dengan debit 16,243x10-3 mg/detik selama 3,0 jam dapat menurunkan BOD sebesar 19,61 %, dan ozonisasiselama 3,5 jam mampu meningkatkan DO sebesar 82,5%,. Selain itu, dengan ozonisasi selama 3,0 jam juga mampumengurangi pertumbuhan jenis bakteri sebesar 80 %.
KAJIAN PEMANFAATAN SLUDGE IPAL KOTA JOGJAKARTA SEBAGAI PUPUK ORGANIK YANG RAMAH LINGKUNGAN Moch Yazid; Mintargo Kusno; Elisabeth Supriyatni; Moch Eko Budiono
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 8 Nomor 1 Januari 2005
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.453 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2005.8.1.179

Abstract

KAJIAN PEMANFAATAN SLUDGE IPAL KOTA JOGJAKARTA SEBAGAI PUPUK ORGANIK YANG RAMAHLINGKUNGAN. Telah dilakukan pengkajian kemungkinan pemanfaatan sludge IPAL kota Yogyakarta sebagai pupukorganik ditinjau dari berbagai aspek antara lain kandungan unsur nutrien tanaman, logam berat dan dilakukan upayauntuk mematikan mikroba patogennya. Hasil pengkajian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahanpertimbangan untuk menganalisis dampak penggunaan sludge tersebut sebagai pupuk. Sampel sludge diambil dariInstalasi Pengolahan Air Limbah Kota Jogjakarta yang berlokasi di Bantul. Sampel sludge dikeringkan pada suhukamar, dihaluskan dan ditimbang sesuai keperluan jenis analisisnya. Untuk analisis unsur makro dilakukan denganmetode Analisis Pengaktifan Netron Cepat (APNC), sedangkan unsur mikro menggunakan Analisa PengaktifanNetron (APN). Pencacahan cuplikan menggunakan spektrometer gamma dengan detektor Ge(Li). Analisis logamberat Pb, Cd dan Hg dilakukan menggunakan AAS, sedangkan Sm, Th, Sb, Cr dan Co menggunakan APN.Sedangkan upaya untuk mematikan mikroba patogen dilakukan dengan irradiasi sampel menggunakan irradiatorCo-60 dengan variasi dosis 5, 10, 15, 20 dan 25 kGy. Pengamatan mikrobiologis dilakukan di LaboratoriumMikrobiologi, Fakultas Biologi UGM yang meliputi , bakteria total, Escheria coli, Streptococcus dan Salmonella. Darihasil analisis dapat diketahui bahwa kandungan unsur hara makro rerata yaitu N sebesar 4,10 ± 0,007 ppm, Psebesar 640,51 ± 14,34 ppm dan K sebesar 3,04 ± 0,06 ppm, sedangkan unsur mikro yang meliputi unsur Mg =79,31 ± 6,48 ppm, Zn = 599,8 ± 42,2 ppm, Cu = 16,13 ± 0,4 ppm, Ca = 117,6 ± 9,20 ppm dan Fe = 4,35 ± 0,18 %.Sedangkan kisaran kandungan logam berat yang meliputi Pb = 73,27 – 125,65 ppm, Cd = 1,44 – 2,59 ppm, Hg tidakterdeteksi. Selain itu, Sm = 0,04 –18,68 ppm, Th = 2,20 – 6,37 ppm; Sb = 1,06 – 76,37 ppm, Cr = 1,94 – 51,40 ppmdan Co = 0,57 – 84,03 ppm. Adapun populasi bakteri yang terbesar adalah Salmonella sp, kemudian Streptococcusdan yang terakhir Escheria coli. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa sludge IPAL kota Yogyakartadapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik dengan perlakuan khusus agar unsur Cu, Fe dan Zn tidak melebihi nilaikritis sehingga menghambat pertumbuhan tanaman, sedangkan kandungan berbagai logam berat masih dinilaicukup aman. Adapun dosis efektif untuk menekan populasi bateri total adalah 25 kGy, sedangkan untuk Salmonellasp sebesar 20 kGy dan Escheria coli adalah 15 kGy. Kandungan logam berat di dalam sludge yang tertinggi adalahtimbal (Pb) yaitu sebesar 125,65 ppm