Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MEMAHAMI MODEL-MODEL PEMBELAJARAN DALAM KURIKULUM 2013 (THE UNDERSTANDING OF MODEL OF TEACHING IN CURRICULUM 2013) Akhmad Yazidi
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 4, No 1 (2014): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.983 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v4i1.3792

Abstract

Memahami Model-Model Pembelajaran dalam Kurikulum 2013. Kurikulum 2013 merupakantindakan strategis dalam menyikapi permasalahan pendidikan kita dewasa ini serta untukmengantisipasi tantangan ke depan bangsa kita yang penuh dengan persaingan terbuka secaraglobal. Kebijakan yang diambil ada yang terkait dengan mata pelajaran, tujuan pembelajaran, sertastrategi pembelajaran, termasuk model pembelajaran. Model pembelajaran adalah kerangkakonseptual tentang prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untukmencapai tujuan belajar, baik pembelajar maupun pengajar. Dalam kurikulum 2013 ini, modelpembelajaran yang diketengahkan meliputi model Pembelajaran discovery atau inquiry, modelpembelajaran berbasis masalah, model pembelajaran berbasis proyek, model pembelajaran kontekstual,dan model pembelajaran kooperatif.Kata-kata kunci : kurikulum, model pembelajaran, discovery, inquiry, pembelajaran berbasismasalah, pembelajaran berbasis proyek, model pembelajaran kontekstual, modelpembelajaran kooperatif
DOMINASI BAHASA SANSKERTA DAN BAHASA ARAB DALAM KOSAKATA SERAPAN BAHASA INDONESIA (SANSKRIT AND ARABIC VOCABULARY DOMINATION IN INDONESIAN ABSORPTION) Akhmad Yazidi
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 3, No 2 (2013): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.357 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v3i2.4555

Abstract

AbstractSanskrit and Arabic Vocabulary Domination in Indonesian Absorption. Indonesianderived from Malay, Indonesian but not Malay, Indonesian because it is very differentfrom the Malay language. In the development, the Indonesian language is very muchabsorbed the vocabulary of various languages both foreign languages and regionallanguages . It is an indicator of the vitality of the Malay language, the nature of whichis very easy to accept new developments in adaptation to a modern language. Foreignlanguage vocabulary Indonesian absorbed in development include Sanskrit, thelanguage of India, Tamil, Portuguese, Persians, Chinese, Japanese, Dutch, German,Arabic, and English. While the language of the region include Javanese, Sundanese,Batak language, the language of Minangkabau, Palembang language, the languageof the Bugis, Banjar language, the language of the Papuan languages of Maluku,and others. Referring to the elements of universal culture, which absorbed the vocabularyincludes all the elements, ie the religious system and religious ceremony, and communityorganizations systems, knowledge systems, language, the arts and sports, livelihoodsystems, technologies and equipment, nature and environmental conditions, as well asthe feeling expression and psychosis. In this case the language of Sanskrit and Arabicranks first (9 elements), then the Java language (7 elements), Portuguese (6 elements),Dutch and Parsi (5 elements), English, Tamil, and Chinese (4 elements), as well asother languages relatively low. The height uptake in the vocabulary of the languagerelated to the elements of universal culture showed high intensity of communication,assimilation, acculturation inter-language user is concerned with the people and thenation of Indonesia. The motive of the intensity of communication, assimilation, andacculturation of Sanskrit and Arabic through culture, religion, economics, politics, etc.so that the uptake vocabulary from Sanskrit and Arabic dominates in the formation ofthe Indonesian language.Keywords: domination, absorptionAbstrakDominasi Bahasa Sanskerta dan Bahasa Arab dalam Kosakata Serapan BahasaIndonesia. Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu, namun bahasa Indonesiabukan bahasa Melayu, karena bahasa Indonesia sangat berbeda dengan bahasaMelayu. Dalam perkembangannya, bahasa Indonesia sangat banyak menyerapkosakata dari berbagai bahasa, baik bahasa asing maupun bahasa daerah. Hal inisebagai indikator vitalitas dari bahasa Melayu, yaitu sifat yang sangat mudah menerimaperkembangan baru dalam adaptasi untuk menjadi bahasa yang modern. Bahasa asingyang kosakatanya diserap dalam perkembangan bahasa Indonesia meliputi bahasa225Sanskerta, bahasa India, bahasa Tamil, bahasa Portugis, bahasa Parsi, bahasa China,bahasa Jepang, bahasa Belanda, bahasa Jerman, bahasa Arab, dan bahasa Inggris,sedangkan dari bahasa daerah meliputi bahasa Jawa, bahasa Sunda, bahasa Batak,bahasa Minang, bahasa Palembang, bahasa Bugis, bahasa Banjar, bahasa dari Papua,bahasa dari Maluku, dan lain-lain. Mengacu pada unsur kebudayaan universal,kosakata yang diserap meliputi seluruh unsur, yaitu sistem religi dan upacarakeagamaan, sistem dan organisasi kemasyarakatan, sistem pengetahuan, bahasa,kesenian dan olahraga, sistem mata pencaharian, teknologi dan peralatan, kondisialam dan lingkungan, serta ungkapan perasaan dan kejiwaan. Dalam hal ini, bahasaSanskerta dan bahasa Arab menduduki urutan pertama (9 unsur), kemudian bahasaJawa (7 unsur), bahasa Portugis (6 unsur), bahasa Belanda dan Parsi (5 unsur),bahasa Inggris, Tamil, dan Cina (4 unsur), serta bahasa lainnya yang relatif rendah.Tingginya serapan kosakata dari bahasa di atas berkaitan dengan unsur budayauniversal menunjukkan tingginya intensitas komunikasi, asimilasi, akulturasiantarmasyarakat pemakai bahasa yang bersangkutan dengan masyarakat dan bangsaIndonesia. Motif dari intensitas komunikasi, asimilasi, dan akulturasi dari bahasaSanskerta dan bahasa Arab merasuk pada semua aspek kehidupan masyarakat melaluibudaya, agama, politik, dan ekonomi sehingga dominasi bahasa Sanskerta dan bahasaArab sangat tinggi dalam serapan kosakata bahasa Indonesia.Kata-kata kunci: dominasi, serapan
PEMAKAIAN AKSARA DALAM PENULISAN BAHASA MELAYU HINGGA BAHASA INDONESIA (THE USAGE OF LETTERS ON MALAY TO INDONESIAN LANGUAGE WRITING) Akhmad Yazidi
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 3, No 1 (2013): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v3i1.4484

Abstract

AbstractThe Usage of Letters on Malay to Indonesian Language Writing. This paper discussesthe history of the Indonesian language, literacy in the writing of a variety of languages, Malay letter in writing to the Indonesian language, and spelling in Indonesian. Ofthis section may conclude that in writing the history of written language or alphabetletters contained Paku, the letter Babylonian, Assyrian letters, letters of Ancient Persia;Pallawa, Kawi Letter used in Sanskrit; Arabic, Kanjiin Japanese and Chinese, letters,Jawi Premodern, Modern Java, Bali Modern: literacy Hanacaraka from Lampung,Rencong, Karo Batak, Bugis-Makassar as well;and Latin script. Indonesian languagethat comes from the Malay language has a long history, There are some developmentspase formation of the Indonesian language, namely Old Malay, Malay Market, HigherMalay, and Bahasa Indonesian. Since the 5th century inscription has been found to beYupa in Kutai in East Kalimantan with a script and inscription Pallawa Tarumanegara,and inscriptions in Old Malay inscriptions in a script that is Pallawa Towu Gutters,Cape Inscription Land, and the inscription Limestone City. In a later development afterthe Arabs came to trade missions and preaching, use Malay Arabic script known asJawi letters, and beginning of the 20th century the concept put forward by the Ch. A.Dutch van Ophuysen applied linguists Latin letters into the Malay language. Ever seenon the spelling of force, then in the Indonesian language contained van OphuysenSpelling, Spelling Republic, and Spelling Enhanced.Keywords: letter of the alphabet, spelling, languageAbstrakPemakaian Aksara dalam Penulisan Bahasa Melayu hingga Bahasa Indonesia. Tulisanini membahas tentang sejarah bahasa Indonesia, aksara dalam penulisan berbagaibahasa, aksara dalam penulisan bahasa Melayu hingga bahasa Indonesia, dan ejaandalam bahasa Indonesia. Dari pembahasan ini dapat disimpulkan bahwa dalam sejarahtulisan atau aksara bahasa tulis terdapat huruf Paku, yaitu huruf Babylonia, hurufAssyiria, Huruf Persia Kuno; Pallawa, Huruf Kawi yang digunakan dalam bahasaSanskerta; huruf Arab, huruf Kanji dalam bahasa Jepang dan Cina, huruf, JawiPramodern, Jawa Modern, Bali Modern; Aksara Hanacaraka dari Lampung, Rencong,Batak Karo, serta Bugis-Makassar; serta aksara Latin. Bahasa Indonesia yang berasaldari bahasa Melayu mempunyai sejarah yang cukup lama, Terdapat beberapa faseperkembangan terbentuknya bahasa Indonesia, yaitu bahasa Melayu Kuno, MelayuPasar, Melayu Tinggi, dan Bahasa Indonesia. Sejak abad ke-5 sudah ditemukan prasastiberupa Yupa di Kutai Kalimantan Timur dengan aksara Pallawa dan PrasastiTarumanegara, kemudian prasasti dalam bahasa Melayu Kuno dalam aksara Pallawa,yaitu Prasasti Talang Towu, Prasasti Tanjung Tanah, dan Prasasti Kota Kapur. Dalamperkembangan kemudian setelah bangsa Arab datang dengan misi dagang dan dakwah,48digunakan aksara Arab Melayu yang dikenal sebagai huruf Jawi, dan awal abad ke-20atas konsep yang di kemukakan oleh Ch. A. van Ophuysen ahli bahasa Belandaditerapkan huruf Latin kedalam bahasa Melayu. Dilihat dari ejaan yang pernah berlaku,dalam bahasa Indonesia terdapat Ejaan van Ophuysen, Ejaan Republik atau EjaanSuwandi, dan Ejaan Yang Disempurnakan.Kata-kata kunci: aksara, ejaan, bahasa