Zulystiawati Zulystiawati
Education Management Of Education Science Faculty Universitas Negeri Gorontalo Indonesia

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

STRES KERJA GURU DALAM PEMBELAJARAN DARING DI MASA NEW NORMAL Faiga Saleh; Novianti Djafri; Zulystiawati Zulystiawati
JURNAL PENDIDIKAN GLASSER Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/glasser.v7i1.2153

Abstract

Pembelajaran melalui daring yang dilakukan pada masa new normal karena guru diharuskan untuk berkomunikasi dengan orang tua siswa, guru lain, dan kepala sekolah, jam kerja guru tidak dibatasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) persepsi guru atas kondisi stress kerja pada pembelajaran daring di masa new normal, (2) faktor yang mempengaruhi stres guru dalam pembelajaran daring di masa new normal, dan (3) upaya guru dalam mengelola stres kerja dalam pembelajaran daring dimasa new normal. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan Miles dan Hubermen. Hasil penelitian menunjukkan (1) Adanya kondisi stres kerja guru dalam pembelajaran daring dimasa New Normal di SMPN 1 Bintauna yang terlihat dari kelelahan yang cepat dalam kegiatan pembelajaran, perasaan tidak senang, sinis dan tidak semangat, penurunan pencapaian kerja dan enggan berkolaborasi dalam bekerja (2) faktor yang mempengaruhi stres guru dalam pembelajaran daring dimasa new normal di SMPN Negeri 1 Bintauna adalah faktor internal kemampuan guru dalam inovasi pembelajaran, komitmen guru yang belum optimal dan manajemen waktu guru yang kurang maksimal. Sementara faktor eksternal adalah faktor siswa yang sulit memahami materi secara konsep dan konteks, lingkungan kerja yang mulai berubah dan beban kerja yang besar, dan (3) upaya guru dalam mengelola stres kerja dalam pembelajaran daring dimasa new normal di SMPN 1 Bintauna yaitu dengan menggunakan fasilitas yang disesuaikan dengan kemampuan guru.
Kepemimpinan Profetik Ketua Yayasan dalam Penguatan Budaya Madrasah Fachri Mohamad Huda; Besse Marhawati; Zulystiawati
Research Review: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 1 (2026): Research Review: Jurnal Ilmiah Multidisiplin (Februari 2026 - Juli 2026)
Publisher : Transbahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54923/researchreview.v5i1.430

Abstract

This research aims to describe the prophetic leadership of the foundation chairman in strengthening the culture of Al-Huda Islamic School in Gorontalo, including the implementation of prophetic values, internalization strategies, governance reinforcement, and supporting and inhibiting factors. This research uses a qualitative approach with a case study design. Data are collected through interviews, observations, and documentation, and their trustworthiness is established through source and method triangulation and prolonged observation. he results show that the value of siddiq is manifested through integrity, transparency, and consistency in decision-making. The value of amanah is reflected in responsibility, discipline, and direct involvement in carrying out duties. The value of tabligh is evident in courteous, educational, and participatory communication. The value of fathanah is manifested through analytical and adaptive abilities, as well as strategic decision-making in foundation management The reinforcement of foundation governance based on prophetic values is demonstrated through information transparency, direct supervision and mentoring. participatory communication, and competency-based human resource management Habituation strategies are carried out through the internalization of values in daily activities, leadership role modeling, the cultivation of honesty, discipline, open communication, and continuous self-development Supporting factors include the commitment of madrasah members, synergy among stakeholders, a culture of openness, collective concern, and the quality of human resources that balance general knowledge and religious knowledge Meanwhile, inhibiting factors include differences in individual characteristics, low intrinsic motivation, tendencies toward egocentrism in communication, and apathetic attitudes toward the implementation of prophetic values.
Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Erlitha Dwi Astuti Gobel; Arwildayanto Arwildayanto; Zulystiawati Zulystiawati
Student Journal of Educational Management VOLUME 6 NOMOR 1 JUNI 2026
Publisher : Jurusan Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/sjem.v6i1.2730

Abstract

Kepemimpinan Guru dan Kondisi Iklim Kelas sebagai Faktor Penentu Motivasi Berprestasi Siswa Fazria Nazli Ngabito; Abd Kadim Masaong; Zulystiawati Zulystiawati
Student Journal of Educational Management VOLUME 5 NOMOR 2 DESEMBER 2025
Publisher : Jurusan Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/sjem.v5i2.4013

Abstract

Motivasi berprestasi siswa merupakan faktor kunci dalam pencapaian hasil belajar yang optimal. Namun, observasi awal di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Suwawa menunjukkan gejala rendahnya keterlibatan siswa, minat belajar, dan kesenjangan kemampuan yang diduga dipengaruhi oleh kepemimpinan pembelajaran guru dan iklim kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kepemimpinan pembelajaran guru dan iklim kelas dengan motivasi berprestasi siswa. Pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional diterapkan pada populasi sejumlah 246 siswa. Sampel penelitian berjumlah 152 siswa yang ditetapkan menggunakan rumus Slovin dan dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah teruji valid dan reliabel, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, linearitas, serta uji hipotesis parsial dan simultan. Hasil penelitian menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara kepemimpinan pembelajaran guru dengan motivasi berprestasi siswa, antara iklim kelas dengan motivasi berprestasi siswa, serta hubungan simultan kedua variabel dengan motivasi berprestasi siswa. Implikasi temuan ini menekankan pentingnya penekanan kompetensi kepemimpinan pembelajaran guru dan penciptaan iklim kelas yang kondusif sevagai strategi efektif untuk meningkatkan motivasi berprestasi siswa di sekolah menengah pertama.
Perbandingan Sistem Pendidikan Tinggi Program Sarjana di Australia dan Inggris Novianita Achmad; Abdul Haris Panai; Sitti Roskina Mas; Zulystiawati Zulystiawati
Research in the Mathematical and Natural Sciences Vol. 3 No. 2 (2024): May-October 2024
Publisher : Scimadly Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55657/rmns.v3i2.158

Abstract

Higher education in Australia and the UK has undergone significant transformation in recent decades, facing challenges of inclusion, representation and efficiency. In Australia, significant changes have occurred in higher education funding, moving to a more flexible and performance-based model, while the UK still struggles with issues of elitism and social inequality. Both countries face challenges in learning mathematics related to infrastructure and understanding complex concepts. However, both offer strong learning experiences that are relevant to industry needs. This research aims to compare the two countries' higher education systems and analyze the factors that influence the quality of their education, using a descriptive method with diverse data sources such as official reports, academic research and statistical data. The results show that Australia has successfully improved accessibility and equity through diversification and scholarship programs, while the UK still faces major challenges in inclusion and representation. The findings offer important insights into how both countries face the challenges of higher education and seek to develop more inclusive and efficient systems. This research can serve as a reference for governments and educational institutions in developing more effective education policies, capitalizing on Australia's success in diversification and accessibility, and overcoming the obstacles faced by the UK in its efforts to achieve inclusion and social equity in higher education.