Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GUBUK BACA ELEKTRO SEBAGAI SARANA RUANG PEMBELAJARAN DAN PENDIDIKAN ANAK UNTUK MENGHADAPI ERA 4.0 Muhammad Ikrar Dharda Muharrik; Gina Syabani Yuda; Arif Rahkman Suharso; Mupaat; Edwinanto; Jelita Asian
Jurnal Abdi Nusa Vol. 1 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : LPPM Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.497 KB) | DOI: 10.52005/abdinusa.v1i2.28

Abstract

Revolusi 4.0 adalah era dimana perubahan secara drastis dengan media teknologi, hal ini didasari oleh perkembangan zaman yang tidak bisa di tolak, dampak negatif dari Revolusi 4.0 adalah kesiapan sumber daya manusia tidak terakomodir maka akan terjadinya tertinggal dalam segi modernisasi yang kian hari makin melesat. Untuk mempersiapkan mengenai hal Revolusi 4.0 maka akan ada tahap pengenalan secara intensif dan berkelanjutan dengan menggunakan cara menciptakan ruang ilmiah yang sesuai dengan usia dan keadaan sosial. Pengajaran pendidikan berupa literasi dan teknologi adalah pokok dasar yang harus di bangun karena berdampak pada pengetahuan yang di capai yakni menyadarkan bahwa Pendidikan dan Teknologi adalah sistem yang tak bisa di pisahkan, Metode pengajaran adalah pendekatan body sistem yakni pendekatan secara emosional dengan langkah penganggapan sebagai teman, dengan harapan terjadinya pola pendidikan yang maksima, bentuk pengajaran yang berupa literasi, mendongeng dan ice breaking berupa budaya seni tari dan olahraga
ANALISIS PERBEDAAN BAHASA INDONESIA DAN SASTRA INDONESIA DALAM INSTITUSI PENDIDIKAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN BAGI MASYARAKAT INDONESIA Gina Syabani Yuda; Akhmad Khuzairi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36368

Abstract

The development of knowledge often leads the public to view Indonesian Language and Indonesian Literature as two similar concepts, even though both have different meanings and interpretations when examined in depth. This study aims to analyze the differences in the fundamental concepts between Indonesian Language and Indonesian Literature, as well as how both are implemented within Indonesian society, particularly in the context of educational institutions. Conceptually, Indonesian Language is defined as the national and official language of the country, functioning as the primary tool of communication, a marker of national identity, and a medium for the development of science and technology. Meanwhile, Indonesian Literature refers to human expressions (in the form of poetry, prose, and drama) that combine experience and imagination into an aesthetic and meaningful linguistic form, functioning as a medium for social reflection, cultural expression, and moral education. Both are interconnected in shaping the cultural and intellectual identity of the nation. Implementation in society shows that Indonesian Language serves as a unifying tool among ethnic groups and as a medium of formal and informal communication, reinforced through policies, curricula, and literacy initiatives. Indonesian Literature is implemented as a medium for character education, a reflection of social and cultural values, and a component of cultural literacy. Despite challenges such as linguistic diversity and the dominance of informal or colloquial language, there are significant opportunities to strengthen implementation through character education, technological integration, and inclusive policies. The conclusion of this study is that understanding the conceptual and functional differences between Indonesian Language and Indonesian Literature is essential to minimize public misconceptions. Strengthening Indonesian language literacy and connecting Indonesian Literature with community life and popular culture are key recommendations for reaching all levels of society, including the younger generation in the digital sphere.