Tata Kurnita Yeningsih
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

NILAI- NILAI BUDAYA DALAM KESENIAN TUTOR PMtoH Nilai-nilai Budttya dalam Kesenian Tutur PMtoh (Cultural Values in Art of PM toH) Yeningsih, Tata Kurnita
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 8, No 2 (2007)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v8i2.794

Abstract

Salah satu kesenian Aceh dalam bentuk tutur (cerita) adalah PMToH yang hidup danberkembang dalam masyarakat. Kesenian tersebut dalam penyajiannya didukung olehsatu penyaji saja dengan membawa pesan yang berbeda, pola penyajian yang dinamis darikesenian ini dapat melalui simbol-simbol tertentu yang memformulasikan perasaan danfungsi bahasa sebagai media komunikasi simbolik dan berbentuk puisi. Kesenian PMToHlahir sekitar tahun 1800, kesenian ini disebut dengan kesenian PMToH karena menurutpara pendengar dan pengemarnya hidung dari bapak Adnan itu mirip klakson PMToH.Kesenian itu terus digemari oleh masyarakat Aceh, hal ini terbukti dengan semakinbanyaknya permintaan tayangan kesenian tersebut di TVRI yang penayangannya sudah lebihdari dua tahun lalu. Kesenian tersebut dari hari ke hari terus mendapat tempat di hatirakyat, kesenian tersebut mengandung nilai-nilai budaya yang tinggi dan sangatberpengaruh bagi masyarakat penikmatnya. PMToH merupakan seni tutur yangpenampilannya menggunakan atribut-atribut yang mendukung cerita. Atribut tersebutberupa benda-benda yang ada dalam kehidupan seperti; gayung air, panci, sendok, wig,baju, topi, palu, dan beberapa peralatan lain yang biasanya telah disesuaikan dengancerita.Kata kunci: kesenian, teather, dinamis, penyaji, puisi, tutur, simbolik
NILAI- NILAI BUDAYA DALAM KESENIAN TUTOR PMtoH Nilai-nilai Budttya dalam Kesenian Tutur PMtoh (Cultural Values in Art of PM toH) Yeningsih, Tata Kurnita
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 8, No 2 (2007)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v8i2.794

Abstract

Salah satu kesenian Aceh dalam bentuk tutur (cerita) adalah PMToH yang hidup danberkembang dalam masyarakat. Kesenian tersebut dalam penyajiannya didukung olehsatu penyaji saja dengan membawa pesan yang berbeda, pola penyajian yang dinamis darikesenian ini dapat melalui simbol-simbol tertentu yang memformulasikan perasaan danfungsi bahasa sebagai media komunikasi simbolik dan berbentuk puisi. Kesenian PMToHlahir sekitar tahun 1800, kesenian ini disebut dengan kesenian PMToH karena menurutpara pendengar dan pengemarnya hidung dari bapak Adnan itu mirip klakson PMToH.Kesenian itu terus digemari oleh masyarakat Aceh, hal ini terbukti dengan semakinbanyaknya permintaan tayangan kesenian tersebut di TVRI yang penayangannya sudah lebihdari dua tahun lalu. Kesenian tersebut dari hari ke hari terus mendapat tempat di hatirakyat, kesenian tersebut mengandung nilai-nilai budaya yang tinggi dan sangatberpengaruh bagi masyarakat penikmatnya. PMToH merupakan seni tutur yangpenampilannya menggunakan atribut-atribut yang mendukung cerita. Atribut tersebutberupa benda-benda yang ada dalam kehidupan seperti; gayung air, panci, sendok, wig,baju, topi, palu, dan beberapa peralatan lain yang biasanya telah disesuaikan dengancerita.Kata kunci: kesenian, teather, dinamis, penyaji, puisi, tutur, simbolik