Andi Sani Silwanah
Prodi Kesehatan Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 7 – 11 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MACCINI SAWAH MAKASSAR Andi Sani Silwanah
Jurnal Mitrasehat Vol. 6 No. 1 (2016): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v6i1.168

Abstract

Exclusive breastfeeding is breastfeed without additional liquids such as formula milk , orange juice, honey , tea water , white water and additional solid foods such as banana , papaya milk porridge , biscuits , rice porridge and teams . Based on secondary data obtained from Maccini Sawah PHC Makassar showed that the amount of coverage of exclusive breastfeeding in 2012 as much as 98.17 % , in 2013 as much as 76 % , and by 2014 as much as 78 %. The aim of this research is to know association between mother’s occupation, advertising, and aesthetics and exclusive breastfeeding on infants aged 7-11 months This was analytic observational with cross sectional design. Sample was infant aged 7-11 month who visited to Maccini Sawah PHC Makassar. The number of sample was 51 respondents. sampling technique was purposive sampling. data processing using SPSS and analyzed using chi square test and fisher exact test as alternative. This study showed that occupation (p=0,001), advertising (p=0,002) were associated to exclusive breatfeeding. Meanwhile, aesthetich has no relationship to esclusive breastfeeding on infant aged 7-11 month. There is not relationship between aesthetics and exclusive breastfeeding . While the mother's occupation and advertising were associated to exclusive breastfeeding . Suggestion for health providers Maccini Sawah Makassar to keep improving their role in providing information to mothers on exclusive breastfeeding.
GAMBARAN EFIKASI DIRI IBU HAMIL BERDASARKAN KARAKTERISTIK SOSIODEMOGRAFI DAN STATUS KESEHATAN DI PUSKESMAS KALUKU BODOA Nurleli; Andi Sani Silwanah; Suarni
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 4 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i4.647

Abstract

Latar Belakang: Efikasi diri merupakan keyakinan individu dalam mengelola situasi, termasuk pada ibu hamil. Tingginya prevalensi anemia (48,9%) dan KEK (17,5%) pada ibu hamil di Indonesia diduga berkaitan dengan aspek psikologis ini. Tujuan: Menggambarkan distribusi efikasi diri ibu hamil berdasarkan karakteristik sosiodemografi dan status kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Kaluku Bodoa. Metode: Penelitian deskriptif, menggunakan purposive sampling melibatkan 112 ibu hamil pada Maret-Mei 2024. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, pengukuran LILA, dan pemeriksaan hemoglobin. Analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil: Sebanyak 57,1% responden memiliki efikasi diri tinggi. Proporsi tertinggi ditemukan pada ibu berpendidikan tinggi (66,2%), wiraswasta (75,0%), primigravida (59,5%), serta kelompok yang tidak mengonsumsi suplemen (67,6%) dan aktif mencari informasi kesehatan (59,2%). Status KEK lebih tinggi pada kelompok efikasi diri tinggi (32,8% vs 22,9%), namun prevalensi anemia lebih rendah pada kelompok tersebut (23,4% vs 29,2%). Kesimpulan: Mayoritas ibu hamil memiliki efikasi diri tinggi dengan variasi berdasarkan karakteristik tertentu. Diperlukan intervensi terintegrasi dalam layanan antenatal untuk meningkatkan efikasi diri melalui konseling dan edukasi kesehatan berbasis digital.
DETERMINAN STATUS GIZI REMAJA SMP: STUDI KASUS JENIS KELAMIN, USIA, DAN INDIKATOR SOSIAL EKONOMI KELUARGA Andi Sani Silwanah; Nurleli; Jinny Graselia; Andi Amal Sakti
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 2 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i2.727

Abstract

Latar belakang: Remaja menghadapi tantangan beban ganda malnutrisi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor determinan selama masa pertumbuhan pesat. Kondisi status gizi pada usia sekolah menengah pertama menjadi indikator penting bagi kesehatan di masa dewasa mendatang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan status gizi remaja sekolah menengah pertama dengan memfokuskan pada pengaruh jenis kelamin, usia, dan indikator sosial-ekonomi keluarga. Metode: Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional ini dilaksanakan di SMPN 52 Makassar. Sampel berjumlah 188 remaja yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran antropometri (IMT/U) dan pengisian kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki status gizi normal (63,8%), namun terdapat prevalensi overweight sebesar 21,3% dan gizi kurang sebesar 14,9%. Analisis bivariat mengungkapkan adanya hubungan signifikan antara jenis kelamin (p=0,012) dan usia (p=0,027) terhadap status gizi. Sebaliknya, indikator sosial-ekonomi keluarga berupa penghasilan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p=0,985) terhadap status gizi remaja. Kesimpulan: Jenis kelamin dan usia merupakan determinan utama status gizi remaja di SMPN 52 Makassar, sementara faktor ekonomi tidak lagi menjadi penentu dominan dalam fenomena transisi gizi di perkotaan.
CETING DELOR “CEGAH STUNTING DENGAN DAUN KELOR” Iskandar Zulkarnaen; Andi Sani Silwanah; Rania Ngaja
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i2.463

Abstract

Latar belakang: Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis yang terjadi dalam1000 hari kehidupan serta infeksi berulang, ditandai dengan panjang atau tinggi badan anak berada di bawah standar dimana menjadi permasalahan yang harus segera di tuntaskan di Indonesia agar menghasilkan generasi cerdas dan berkualitas. Indonesia masuk dalam kategori wilayah dengan masalah stunting yang tinggi karena memiliki angka stunting lebih 30- 39%. Penting untuk memahami seberapa banyak gizi yang terkandung dalam makanan yang diberikan ibu kepada balitanya. Kelor mengandung sangat banyak khasiat karena kandungan dan manfaatnya ada disetiap bagian tanamannya baik untuk kesehatan. Tujuan: Tujuan dari pegabdian dalam bentuk program kuliah kerja nyata. Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengetahuan tentang pemanfaatan daun kelor sebagai salah satu cara pencegahan stunting di desa Bajiminasa. Metode: Metode yang dilakukan adalah tentang pemanfaatan daun kelor untuk pencegahan stunting bagi anak-anak di desa Bajiminasa. Pengetahuan diukur dengan menggunakan pre-test sebelum kegiatan edukasi dan post-test setelah diberikan penyuluhan. Hasil: Berdasarkan hasil pre-test dan post-test yang di ikuti oleh 10 responden dapat di nyatakan bahwa hasil pengukuran tentangstunting dan pemanfaatan daun kelor sebelum penyuluhan dilakukan diketahui sebanyak 2 ( 20%) ibu tingkat pengetahuannya dikategorikan baik dan kategori cukup 8 (80%). Dan setelah melakukan penyuluhan diketahui sebanyak 10 (100%) ibu tingkat pengetahuannya baik dan cukup tidak ada/nol (0%). Kesimpulan: Berdasarkan presentase tersebut dapat disimpulkan bahwa penyuluhan yang dilakukan terindikasi berhasil terhadap ibu terkait stunting dan pemanfaatan daun kelor sebagai salah satu pencegahan stunting.
CIPTAKAN KELUARGA SEHAT DENGAN SANITASI LINGKUNGAN YANG BAIK Iskandar Zulkarnaen; Andi Sani Silwanah; Aminullah; Hardianti; Ruslan Suryanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v5i1.540

Abstract

Latar belakang: Stunting adalah kondisi gangguan pertumbuhan linear yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, yang banyak dijumpai di negara berkembang, termasuk Indonesia. Persentase stunting di Indonesia termasuk dalam kategori masalah kesehatan masyarakat ringan, karena lebih dari 20%. Sanitasi lingkungan berperan sebagai penyebab tidak langsung terjadinya stunting. Sanitasi bertujuan mengurangi jumlah patogen di lingkungan untuk menjaga kesehatan manusia. Tujuan: untuk mengidentifikasi sanitasi lingkungan masyarakat di Desa Bajiminasa, Kecamatan Gantarangkeke, Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan. Metode: Pelaksanaan kegiatan ini metode ceramah, yaitu penyampaian materi terkait sanitasi lingkungan secara satu arah dari pemateri ke peserta, dan tanya jawab dengan menggunakan media brosur. Adapun jumlah responden yang mengikuti penyuluhan sebanyak 14 responden Hasil: Sebelum diberikan penyuluhan (pretest) terdapat 7 (50%) responden yang berpengatahuan baik dan 7 (50%) responden yang berpengetahuan kurang dan setelah diberikan penyuluhan atau edukasi (posttest) terdapat 14 (100%) yang berpengetahuan baik. Kesimpulan: Setelah dilakukan penyuluhan terdapat peningkatan pengetahuan sebanyak 7 (50%) responden.
PENYULUHAN DIABETES DAN PEMERIKSAAN GULA DARAH PADA KOMUNITAS PROLANIS SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN Iskandar Zulkarnaen; Andi Sani Silwanah; Renaldi M; Sonya Anggraeni Nompo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v5i2.598

Abstract

Latar belakang: Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit yang bersifat degenerative dan ditandai dengan tingginya konsetrasi glukosa dalam darah. Tujuan: Untuk menjaga kesehatan, yang meliputi pemeriksaan rutin tingkat gula darah, mendapatkan bimbingan tenanga kesehatan, serta mendorong lansia untuk memanfaatkan layanan Kesehatan dan berpartisipasi dalam program pendampingan untuk mengelola diabetes. Metode: Penyuluhan dilakukan di ruangan pertemuan puskesmas borong kompleks, dengan metode pre-test, post-test dan pemeriksaan gula darah. Hasil: Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan lansia setelah dilakukan penyuluhan diabetes melitus. Kesimpulan: Penyuluhan terbuktif sangat efektif dalam peningkatan pengetahuan lansia terhadap diabetes melitus.