Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Nelayan di Nusa Tenggara Timur Untuk Mendukung Industri Pariwisata Super Premium International Labuan Bajo di Era New Normal Life Pither Boimau; Aplonia Bani; Jidon Nubatonis; Nengah Dasi Astawa
Parta: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.382 KB) | DOI: 10.38043/parta.v3i1.3446

Abstract

Sistem yang digunakan dalam pengukuran tingkat kepuasan mitra Pengabdian Masyarakat ini menggunakan sistem survey yang dilakukan pihak dosen dan mitra pengabdian. Sampel yang digunakan adalah sampel total yaitu diambil dari seluruh populasi pengabdian yang menjadi sasaran pengabdian masyarakat. Dalam survey ini, instrumen yang digunakan adalah berupa pengamatan dan kuesioner yang diisi oleh seluruh mitra pengabdian. Analisis tingkat kepuasan dilakukan dengan metode pendekatan deskriptif kualitatif dengan membuat tabel frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sangat bermanfaat terhadap pemecahan masalah ekonomi dan perlu adanya tindak lanjut dari institusi terhadap masyarakat nelayan sebagai masyarakat binaan.
Pemberdayaan Masyarakat Nelayan di Nusa Tenggara Timur Untuk Mendukung Industri Pariwisata Super Premium International Labuan Bajo di Era New Normal Life Pither Boimau; Aplonia Bani; Jidon Nubatonis; Nengah Dasi Astawa
Parta: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.382 KB) | DOI: 10.38043/parta.v3i1.3446

Abstract

Sistem yang digunakan dalam pengukuran tingkat kepuasan mitra Pengabdian Masyarakat ini menggunakan sistem survey yang dilakukan pihak dosen dan mitra pengabdian. Sampel yang digunakan adalah sampel total yaitu diambil dari seluruh populasi pengabdian yang menjadi sasaran pengabdian masyarakat. Dalam survey ini, instrumen yang digunakan adalah berupa pengamatan dan kuesioner yang diisi oleh seluruh mitra pengabdian. Analisis tingkat kepuasan dilakukan dengan metode pendekatan deskriptif kualitatif dengan membuat tabel frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sangat bermanfaat terhadap pemecahan masalah ekonomi dan perlu adanya tindak lanjut dari institusi terhadap masyarakat nelayan sebagai masyarakat binaan.
Demplot "Downstream TFD-Bakar Batu Based On Hydroganic Rotating Tunnel Innovation" Towards Green Economy and Millennial Tourism in the Digital Society Era" Pither Boimau; Bani Aplonia; Grasia Dwi Handayani
Journal of Social Research Vol. 2 No. 6 (2023): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v2i6.890

Abstract

This research was conducted to carry out the technology transfer of "tunnel fish dryer-burnt stone" (TFD-Bakar Batu) as a drying device to support production results from millennial tourism "tunnel hydrogenic rotating," which did not sell out in one production cycle. The method was used through direct interviews and online questionnaire assistance for millennials, with a total sample of 13,871 respondents and farmers, with a total sample of 30: furthermore, the method for measuring the temperature at THR for environmental impacts. Testing the first hypothesis about the motivation level of farmers and millennials for the TFD-Bakar Batu and THR demonstration plots uses a proportional test with the following hypotheses: Ho : P < 50% Ha : P > 50% Description: Ho: Although allegedly less than or equal to 50% of millennials are interested in the THR and H1 tourism demonstration plots, it is suspected that more than 50% of the farmers have high motivation in implementing the THR tourism demonstration plot, which TFD-Bakar Batu supports—a statistical test using the Z count confirms this. From the results of the study, it was found that the number of millennials who were interested was 8,514 (61.37%), and those who were not interested were 5,357 (38.63%); motivated farmers were as many as 28 (93.3%), and those who did not be motivated were as many as two (6.7%).