ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimanakah implementasi kebijakan jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) di Rumah Sakit Umum Daerah Puri Husada Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir serta faktor-faktor yang mempengaruhi Puri Husada mempengaruhi Implementasi kebijakan tersebut. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik yang dilakukan untuk menjawab seberapa lancar implementasi kebijakan Jamkesmas di Rumah Sakit Umun Daerah Puri Husada Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir dan seberapa berpengaruh faktor-faktor yang terkait dalam pengimplementasian kebijakan Jamkesmas dimaksud. Subjek Penelitian adalah terdiri dari petugas Jamkesmas serta pasien selaku pengguna kartu Jamkesmas dengan rincian; Petugas lapangan/staf/ sebanyak 6 orang, pengelola Jamkesmas sebanyak 1 orang, pengambilan kebijakan sebanyak 1 orang, dan masyarakat pengguna Jamkesmas sebanyak 10 orang. Hasil analisis data menunjukan bahwa kebijakan yang ada di Rumah Sakit Daerah Puri Husada Tembilahan sangatlah belum memenuhi harapan dari pengguna Jamkesmas, karena mereka mengatakan bingung mengenai prosedur administrasi maupun dalam prosedur pengambilan obat bahkan dalam pemantauan evaluasi terhadap pelaksanaan Jamkesmas jarang dilakukan sehingga sulit melihat indeks keberhasilannya, kurang lengkapnya data-data yang ada sehingga menyulitkan petugas/ pengambil keputusan dalam elemen - elemen dalam pelembagaan. Kata Kunci : Implementasi, Jamkesmas, Komunikasi, Sumberdaya, Disposisi, Struktur Birokrasi. ABSTRACT This study was  aimed at understanding the Policy Implementation of Social Health Care Security (JAMKESMAS) at the Tembilahan Puri Husada Public Hospital Tembilahan. Distict of Indragiri Hilir and the factors influencing the policy implementation. The  study was analytic descriptive which aimed to know how smooth Jamkesmas  was implemented at the Tembilahan Puri Husada Public Hospital and  what factors influenced  the implementation. The respondents were Jamkesmas staff and Jamkesmas card consumer patients The field officers  included were 6 persons. plus one organizer. The results showed that the implementation of the policy at the Puri Husada Public Hospital  was far from meeting the consumersâ expectations They were confused about the administrative procedures as well as about how to receive the medicine. . Jamkesmas was seldom evaluated or monitored so that it was  difficult to see its efficacy index. Incomplete data made the  Jamsostek staff difficult in planning  for the future. Keywords : Implementationof Jamkesmas, Communication, Resource, Disposition, Bureaucracy Structure.