Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Perilaku Seksual Beseriko tertular HIV/AIDS Kelompok Homoseksual Dilihat Berdasarkan Pengetahuan Dan Sikap Febriani Nur Umami; Prijono Satyabakti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 6 No 2: November
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/jikmh.v6i2.38

Abstract

Perilaku seksual adalah segala aktivitas maupun tindakan yang dilakukan individu yang didorong oleh hasrat seks untuk memenuhi kepuasan seksualnya. Beberapa kelompok yang berisiko tertular HIV/AIDS adalah WPSL, WPSTL, NAPI, LSL, dan kelompok homoseks maupun heteroseks lainnya. Faktor pendorong terjadinya epidemi HIV/AIDS antara lain praktik melakukan hubungan seksual berisiko, tingkat penggunaan kondom yang rendah, prevalensi IMS tinggi. Perilaku berisiko tinggi tertular HIV/AIDS sering dihubungkan dengan hubungan seks yang tidak aman baik melalui vagina atau anal, hubungan seks sejak usia dini, dengan siapa seks pertama kali dilakukan, serta memiliki pasangan seks dalam jumlah banyak. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan rancangan crossecsional. Populasi penelitian ini yaitu homoseksual yang ada di komunitas Galeri Sehati, dengan jumlah sampel 75 orang. Penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Untuk mengetahui hubungan menggunakan uji statistik Chi Square dan untuk mengetahui besar risiko menggunakan perhitungan Odds Ratio 95% CI. Hasil penelitian menunjukkan sikap responden memiliki OR = 3,929 (95% CI : 1,316 - 11,725) dengan nilai p- value 0,023. Sedangkan tingkat pengetahuan memiliki OR = Sedangkan tingkat pengetahuan memiliki OR = 4,45 (95% CI 1,170 - 16,933) dengan nilai p-value 0,041 Sehingga dapat disimpulkan bahwa sikap dan tingkat pengetahuan mempunyai hubungan bermakna dengan perilaku seksual berisiko tertular HIV/AIDS.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, STIGMA, DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT KUSTA DI PUSKESMAS PRAGAAN KIKI AGUSTIN FATMALA; PRIJONO SATYABAKTI
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 6 No 1: April
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.597 KB) | DOI: 10.33475/jikmh.v6i1.63

Abstract

Pemberantasan kusta di beberapa daerah di Indonesia masih dikatakan lambat. Hal tersebut disebabkan karena faktor pengetahuan, sosial dan ekonomi masyarakat dalam melakukan pengobatan Multi Drug Therapy (MDT). Pengobatan kusta sangat penting dalam pemberantasan kusta karena penyakit kusta dapat disembuhkan dengan berobat secara teratur. Jika penderita tidak minum obat secara teratur, maka kuman akan menjadi resisten terhadap MDT sehingga gejala akan menetap bahkan dapat memburuk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat penderita kusta di Puskesmas Pragaan Sumenep. Dalam penelitian ini faktor yang dianalisis adalah pengetahuan, stigma dan dukungan keluarga. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 40 orang yang dihitung menggunakan teknik Simple Random Sampling dan ditentukan menggunakan teknik lotre. Hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen diketahui melalui uji Chi-square dengan α= 0,05. Berdasarkan hasil penelitian diketahui ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan minum obat (p = 0,01). ada hubungan antara stigma dengan kepatuhan minum obat kusta (p =0,00). Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat (p=0,00). Kesimpulan yang dapat ditarik adalah baik stigma maupun dukungan keluarga keduanya berhubungan dengan kepatuhan minum obat kusta. Penyuluhan yang efektif akan memberikan motivasi kepada penderita untuk patuh minum obat.