Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STUDI KONSENTRASI LOGAM BERAT PB (TIMBAL) PADA AIR DAN SEDIMEN DI KOLAM PELABUHAN TANJUNG MAS SEMARANG Yolanda, Febrina; Wulandari, Sri Yulina; Maslukah, Lilik
Journal of Oceanography Vol 1, No 1 (2012): Journal of Oceanography
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah industri di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang menyebabkan penambahan jumlah limbah. Salah satu dari limbah tersebut mengandung logam berat seperti Pb (timbal). Logam berat tersebut diketahui mengandung racun kuat dan kronis yang dapat berbahaya bagi mamalia, ikan dan organisme lainnya di sekitar Pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pengembangan industri yang ada di Kolam Pelabuhan Tanjung Mas tersebut terhadap kualitas perairan, maka dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui logam berat Pb pada air dan sedimen di Kolam Pelabuhan Tanjung Mas Semarang . Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kosentrasi Pb di air saat surut berkisar antara 0,02910 mg/l sampai 0,01058 mg/l. Sementara untuk kosentrasi Pb saat pasang berkisar antara 0,02646 mg/l sampai 0,00529 mg/l. Kosentrasi Pb di sedimen berkisar antara 1,16683 mg/l sampai 0,15964 mg/l. Hasil analisis ukuran butir yang mendominasi adalah silt (Lanau 0,031 mm).
Cesarean Scar Pregnancy: Case Series Munizar, Munizar; Yolanda, Febrina; Utami, Niken Asri
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 7 Nomor 3 November 2024
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia.v7i3.745

Abstract

Tujuan: Kehamilan bekas luka sesar (CSP) merupakan kehamilan ektopik yang serius, dengan embrio tertanam pada jaringan parut dari operasi caesar sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk melaporkan empat kasus CSP dan membahas penanganannya.Metode: Kasus yang dilaporkan melibatkan empat wanita dengan usia kehamilan 13-14 minggu yang mengalami perdarahan pervaginam dan nyeri abdomen. Diagnosis CSP dilakukan melalui ultrasonografi transvaginal. Penanganan melibatkan laparatomi eksplorasi, hysterotomi segmental, dan reseksi jaringan abnormal.Hasil: Semua pasien didiagnosis dengan CSP berdasarkan temuan USG yang menunjukkan jaringan abnormal dan hipervaskularisasi pada bekas luka sesar. Prosedur bedah dilakukan untuk mengatasi kondisi ini, dan setelah operasi, kondisi pasien stabil.Kesimpulan: CSP merupakan kondisi yang semakin sering terjadi seiring dengan meningkatnya jumlah persalinan sesar. Diagnosis awal melalui USG transvaginal sangat penting untuk mencegah komplikasi yang serius, seperti plasenta akreta. Penanganan bervariasi dari terapi medikamentosa hingga prosedur bedah, tergantung pada kondisi pasien. Edukasi mengenai risiko CSP pada kehamilan berikutnya sangat dianjurkan.
Multi-stakeholder perspectives on cervical cancer screening implementation in Indonesia: A qualitative study of cervical screening barriers in Banda Aceh Yolanda, Febrina; Dewi, Tgk. Puspa; Nainggolan, Sarah I.; Munawar, Munawar; Munizar, Munizar; Bulqini, Rijal; Suhanda, Rachmad; Rusnaidi, Rusnaidi
Narra J Vol. 6 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Narra Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52225/narra.v6i1.3022

Abstract

Indonesia is committed to the WHO's cervical cancer elimination strategy through the National Action Plan (RAN) 2023–2030, targeting 75% screening coverage by 2030. However, current rates remain critically low at 7.02%. This study explores multi-stakeholder perspectives to identify implementation barriers and facilitators for policy enhancement. A qualitative descriptive case study was conducted in Banda Aceh (July-August 2025) involving 25 stakeholders: City Health Office Head, 11 puskesmas heads, 11 VIA coordinators and 2 community organization representatives. Thematic analysis using NVivo v.16 identified key implementation factors. Five major themes emerged: (1) Knowledge gaps—screening perceived necessary only when symptomatic despite available information; (2) Access paradox—excellent geographic access and flexibility undermined by limited examination rooms, insufficient midwives, and psychosocial barriers (shame, fear, lack of spousal support); (3) Financial sustainability—free services threatened by complex BPJS claims and low reimbursement affecting logistics; (4) Service quality variation—dependent on cross-sector collaboration and staff competency, with uneven training and limited cryotherapy (only 2 centers); and (5) Communication challenges—inconsistent digital media use necessitates face-to-face counseling and cadres, though reach remains limited. Implementation faces psychological barriers, capacity limitations, and uneven digital adoption despite strong infrastructure. Priority policy recommendations include: (1) HPV DNA self-sampling to overcome privacy barriers; (2) simplified BPJS claims with adequate reimbursement; (3) systematic competency-building and cryotherapy expansion; and (4) culturally-adapted education integrating local language and religious leaders. These evidence-based enhancements could accelerate Indonesia's RAN 2030 elimination targets.