Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

RELASI PERTOLONGAN PEKERJAAN SOSIAL BAGI PECANDU NARKOBA DI RUMAH CEMARA Yolanda, Widyani Tri
Pekerjaan Sosial Vol 14, No 1 (2015): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.93 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v14i1.42

Abstract

Abstract The increasing numbers of psychotropic drug users among Indonesians in the past decade have raised the concern of developing well-rounded rehabilitation centers to balance out the preventive through law enforcement, and to offer practical solutions to the drug users to cope with addiction. In drugs rehabilitation, helping relationships is one of the important indicators of success in drug user?s ability to cope. This study specifically explored three components of helping relationship which were: verbal communication skills, non-verbal skills, and leadership roles. This study used case study as its methodology, which is the main technique for data retrieval were participant observation. Participant observation was conducted over a period of one month and utilized observation checklist, field notes, counseling records in individual, also came from written artifacts and documents from the rehabilitation center as its data sources. All these data sources were then qualitatively analyzed and triangulated to yield at a descriptive account of the helping relationships. The study revealed that overall the verbal and non-verbal components of helping relationship between the counselor and the rehab patients were present. However, one aspect was not practiced, it is Confrontation. What is especially striking about helping relationship model, as this study found, is that the task roles and maintenance roles as parts of leadership skills were not just demonstrated by the counselor himself, but rather distributed among the residents and staffs, and were shown to help the residents to establish closer connections with each other. Based on these findings, this study suggests that a documentary video on helping relationships in a counceling session and in a group session be made for future training purposes. Keywords: rehabilitation, helping relationship, narcotics  Abstrak Meningkatnya jumlah pengguna narkoba di Indonesia dalam dekade terakhir ini telah mengangkat kekhawatiran pengembangan pusat rehabilitasi yang sempurna untuk mengimbangi langkah-langkah pencegahan melalui penegakan hukum, serta menawarkan solusi praktis bagi pengguna narkoba untuk mengatasi kecanduan. Dalam rehabilitasi pengguna narkoba relasi pertolongan merupakan salah satu indikator penting dari keberhasilan dalam kemampuan pecandu  mengatasi  kecanduannya. Penelitian ini secara khusus membahas tiga komponen dari relasi pertolongan yang dilakukan oleh Pusat Perawatan Pecandu Narkoba Rumah Cemara, Ciwaruga, Kabupaten Bandung, yaitu: keterampilan komunikasi verbal dan nonverbal, dan peran kepemimpinan. Penelitian ini menggunakan teknik studi kasus dengan metode deskriptif - kualitatif.  Teknik utama yang digunakan untuk pengambilan data adalah observasi partisipasi. Observasi partisipasi dilakukan selama satu bulan dan menggunakan ceklis observasi, catatan lapangan, verbatim konseling individu, serta dokumen kelembagaan sebagai sumber data. Semua sumber data kemudian dianalisis secara kualitatif dan ditriangulasikan untuk menggambarkan relasi pertolongan di Pusat Perawatan Pecandu Narkoba di Rumah Cemara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan aspek komunikasi verbal dan nonverbal dalam relasi pertolongan antara konselor dan residen ada. Namun satu teknik yang tidak dipraktikkan yaitu konfrontasi. Hal yang sangat menonjol tentang bentuk relasi pertolongan di Pusat Perawatan Pecandu Narkoba Rumah Cemara dalam penelitian ini adalah keterampilan kepemimpinan tidak hanya ditunjukkan oleh konselor saja, residen dan staf juga menunjukkan dan mendistribusikannya untuk membantu residen menjalin hubungan yang lebih dekat. Sesuai temuan di lapangan, peneliti memberikan saran untuk meningkatkan relasi pertolongan yang berkaitan dengan sesi konseling individu dan sesi kelompok dengan membuat video dokumentasi pembelajaran tentang relasi pertolongan. Kata kunci: rehabilitasi, relasi pertolongan, narkoba
RELASI PERTOLONGAN PEKERJAAN SOSIAL BAGI PECANDU NARKOBA DI RUMAH CEMARA Widyani Tri Yolanda
Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial Vol 14 No 1 (2015): PEKSOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/peksos.v14i1.42

Abstract

Abstract The increasing numbers of psychotropic drug users among Indonesians in the past decade have raised the concern of developing well-rounded rehabilitation centers to balance out the preventive through law enforcement, and to offer practical solutions to the drug users to cope with addiction. In drugs rehabilitation, helping relationships is one of the important indicators of success in drug user’s ability to cope. This study specifically explored three components of helping relationship which were: verbal communication skills, non-verbal skills, and leadership roles. This study used case study as its methodology, which is the main technique for data retrieval were participant observation. Participant observation was conducted over a period of one month and utilized observation checklist, field notes, counseling records in individual, also came from written artifacts and documents from the rehabilitation center as its data sources. All these data sources were then qualitatively analyzed and triangulated to yield at a descriptive account of the helping relationships. The study revealed that overall the verbal and non-verbal components of helping relationship between the counselor and the rehab patients were present. However, one aspect was not practiced, it is Confrontation. What is especially striking about helping relationship model, as this study found, is that the task roles and maintenance roles as parts of leadership skills were not just demonstrated by the counselor himself, but rather distributed among the residents and staffs, and were shown to help the residents to establish closer connections with each other. Based on these findings, this study suggests that a documentary video on helping relationships in a counceling session and in a group session be made for future training purposes. Keywords: rehabilitation, helping relationship, narcotics  Abstrak Meningkatnya jumlah pengguna narkoba di Indonesia dalam dekade terakhir ini telah mengangkat kekhawatiran pengembangan pusat rehabilitasi yang sempurna untuk mengimbangi langkah-langkah pencegahan melalui penegakan hukum, serta menawarkan solusi praktis bagi pengguna narkoba untuk mengatasi kecanduan. Dalam rehabilitasi pengguna narkoba relasi pertolongan merupakan salah satu indikator penting dari keberhasilan dalam kemampuan pecandu  mengatasi  kecanduannya. Penelitian ini secara khusus membahas tiga komponen dari relasi pertolongan yang dilakukan oleh Pusat Perawatan Pecandu Narkoba Rumah Cemara, Ciwaruga, Kabupaten Bandung, yaitu: keterampilan komunikasi verbal dan nonverbal, dan peran kepemimpinan. Penelitian ini menggunakan teknik studi kasus dengan metode deskriptif - kualitatif.  Teknik utama yang digunakan untuk pengambilan data adalah observasi partisipasi. Observasi partisipasi dilakukan selama satu bulan dan menggunakan ceklis observasi, catatan lapangan, verbatim konseling individu, serta dokumen kelembagaan sebagai sumber data. Semua sumber data kemudian dianalisis secara kualitatif dan ditriangulasikan untuk menggambarkan relasi pertolongan di Pusat Perawatan Pecandu Narkoba di Rumah Cemara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan aspek komunikasi verbal dan nonverbal dalam relasi pertolongan antara konselor dan residen ada. Namun satu teknik yang tidak dipraktikkan yaitu konfrontasi. Hal yang sangat menonjol tentang bentuk relasi pertolongan di Pusat Perawatan Pecandu Narkoba Rumah Cemara dalam penelitian ini adalah keterampilan kepemimpinan tidak hanya ditunjukkan oleh konselor saja, residen dan staf juga menunjukkan dan mendistribusikannya untuk membantu residen menjalin hubungan yang lebih dekat. Sesuai temuan di lapangan, peneliti memberikan saran untuk meningkatkan relasi pertolongan yang berkaitan dengan sesi konseling individu dan sesi kelompok dengan membuat video dokumentasi pembelajaran tentang relasi pertolongan. Kata kunci: rehabilitasi, relasi pertolongan, narkoba
REHABILITASI DI PUSAT PERAWATAN PECANDU NARKOBA DITINJAU DARI KOMUNIKASI TERAPEUTIK Widyani Tri Yolanda
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35967/jkms.v3i1.2557

Abstract

Meningkatnya jumlah pengguna narkoba di Indonesia dalam dekade terakhir ini telahmengankat kekhawatiran pengembangan pusat rehabilitasi yang sempurna untuk mengimbangilangkah-langkah pencegahan melalui penegakkan hukum, serta menawarkan solusi praktis bagipengguna narkoba untuk mengatasi kecanduan. Dalam rehabilitasi pengguna narkoba,komunikasi terapeutik merupakan salah satu indikator penting dari keberhasilan dalamkemampuan pecandu mengatasi kecanduannya. Penelitian ini secara khusus membahas tigakomponen dari komunikasi terapeutik yang dilakukan oleh Pusat Perawatan Pecandu NarkobaRumah Cemara, Ciwaruga, Kabupaten Bandung, yaitu: keterampilan komunikasi verbal dannonverbal dan peran kepemimpinan. Penelitian ini menggunakan teknik studi kasus denganmetode deskriptif. Teknik utama yang digunakan untuk pengambilan data adalah observasipartisipasi. Observasi partisipasi dilakukan selama satu bulan dan menggunakan ceklis observasi,catatan lapangan, verbatim konseling individu, serta dokumen kelembagaan sebagai sumberdata. Semua sumber data kemudian dianalisis secara kualitatif dan ditriangulasikan untukmenggambarkan komunikasi terapeutik di Pusat Perawatan Pecandu Narkoba di Rumah Cemara.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan aspek komunikasi verbal dan nonverbaldalam komunikasi terapeutik antara konselor dan residen ada. Namun satu teknik yang tidakdipraktekkan yaitu konfrontasi. Hal yang sangat menonjol tentang bentuk komunikasi terapeutikdi Pusat Perwatan Pecandu Narkoba Rumah Cemara dalam penelitian ini adalah keteremapilankepemimpinan tidak hanya ditunjukkan oleh konselor saja, residen dan staff juga menunjukkandan mendistribusikannya untuk membantu residen menjalin hubungan yang lebih dekat.Kata Kunci: Komunikasi terapeutik, rehabilitasi, penyalahgunaan narkoba