Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

NYADRAN SEBAGAI REALITAS YANG SAKRAL: PERSPEKTIF MIRCEA ELIADE Aning Ayu Kusumawati
Thaqafiyyat : Jurnal Bahasa, Peradaban dan Informasi Islam Vol 14, No 1 (2013): Thaqãfiyyãt
Publisher : Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.955 KB)

Abstract

The Modernists believe that human can only build himself thoroughly when he practices desacralization towards himself and moves to something profane, while the Traditionalists maintain that they are open for something sacred and should even achieve the stage of hierophanny that reveals chastity and eternity. This article explores the latter, however. It attempts to elaborate Eliade’s thought on a tradition in Java, namely Nyadran—one of the religious rituals or ways to respect and celebrate the spirits—as it presents the manifestation of the sacred or what Eliade calls as hierophanny. It discusses first about Mircea Eliade, particulary the critics and analysis on his works as well as the explanation on his views on the sacred and the profane and also on the myth and symbol; it then discusses Nyadran ritual itself in relation to Eliade’s conception.Keywords: sacred, profane, nyadran, symbols, myths
Narasi Ketidakadilan di Balik Lagu Falasteen Biladi Karya Humood Al-Khuder: Analisis Wacana Kritis Kumalasari Kumalasari; Tiyara Tiyara; Aning Ayu Kusumawati
‘A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 14, No 2 (2025): Kajian Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/ajamiy.14.2.397-408.2025

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bentuk ketidakadilan yang diterima oleh rakyat Palestina di balik lagu Falasteen Biladi karya Humood Al-Khuder. Penelitian ini menggunakan objek material berupa lagu Falasteen Biladi karya Humood Al-Khuder, teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis wacana kritis milik Norman Fairclough. Lagu tersebut berisi ketidak  Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif, menggunakan teknik simak dengan mendengarkan lagu tersebut. Pada penelitian ini ditemukan adanya ketidakadilan yang tersirat dalam lagu tersebut. Ketidakadilan tersebut mencakup gambaran anak-anak Palestina dan rakyat Palestina yang tidak dapat merasakan kebahagiaan dan kehidupan normal layaknya orang lain. Penelitian ini menemukan adanya identitas yang tergambar dengan kata “kami” dalam lirik lagu, sebuah ajakan untuk menyuarakan ketidakadilan yang dialami oleh rakyat Palestina. Penelitian ini juga mencakup banyaknya konsumen yang sepakat dibuktikan dengan penonton  lagu tersebut.