Sri Rahayu Utari
IAIN Ternate

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Eksistensi Wanita Karir Dalam Keluarga Sri Rahayu Utari
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Vol 14, No 1 (2020): Edisi Juni 2020
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/al-wardah.v14i1.254

Abstract

Peran wanita karier di tengah keluarga tidak berubah dengan masuknya wanita ke dalam dunia kerja, melainkan bertambah karena adanya tanggung jawab di tengah pekerjaan.   Kunci   keberhasilan   dalam   menyandingkan   antara   peran   di keluarga  dan  di  karier. Kesimpulan dari penelitian ini   bahwa, pertama, secara psikologis, keberadaan wanita karir bisa mempengaruhi tatanan perkawinan dan keluarga, yang apabila tidak diatur dengan baik bukan mustahil akan berakibat pada disharmonisasi perkawinan dan keluarga. Kedua, dalam Islam tidak ada yang berhak melarang wanita untuk bekerja di luar rumah, termasuk suami sekalipun. Hal ini terkait dengan doktrin Islam sendiri yang sebenarnya tidak pernah membedakan antara laki-laki dan perempuan dari sisi jenis kelamin. Ketiga, konsep wanita karir tidak berarti seorang isteri/ibu bebas bekerja menelantarkan nasib perkawinan dan keluarganya.
PENTINGNYA PENDIDIKAN LANJUT BAGI WANITA (Studi Kasus Mahasiswi Indonesia di Khon Kaen University) Sri Rahayu Utari
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama AL-WARDAH, Vol.13 No.2 Tahun 2019
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/al-wardah.v13i2.210

Abstract

Pendidikan diartikan sebagai proses mengubah sikap dan tata laku seseorang dengan tujuan  menjadi lebih baik. Pendidikan terbagi menjadi dua yaitu pendidikan formal dan non-formal. Kondisi pendidikan di Indonesia baru baru ini menunjukan hasilnya yang cukup mencengangkan. Survei yang diinisiasi oleh OECD atau Organisation for Economic Cooperation and Development menunjukan hasil bahwa pendidikan Indonesia masih dibawah Singapore, Vietnam dan Thailand. Masalah dalam dunia pendidikan adalah terkait kesetaraan gender. Tulisan ini akan membahas tentang bagaimana pentingnya pendidikan tinggi tingkat pascasarjana bagi perempuan. Tujuannya untuk mengetahui bagaimana perspektif perempuan akan hal tersebut serta alasan dibaliknya. Penelitian menggunakan metode deksriptif kualitatif dengan menggunakan sampling mahasisiwi Indonesia di Khon Kaen University yang menempuh jenjang pasca sarjana. Berdasarkan data diatas diperoleh bahwa para mahasiswi sangat sadar akan pentingnya pendidikan bagi perempuan. Para mahasiswi mulai keluar dari stereotip masyarakat dan belajar bidang yang identic dengan laki laki.