This Author published in this journals
All Journal jimel
Ridho Ilham
Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Teknokrat Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENETAS TELUR OTOMATIS BERBASIS ARDUINO DENGAN MENGGUNAKAN SENSOR DHT11 Indra Aditia; Ridho Ilham
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kendali dan Listrik Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kendali dan Listrik
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jimel.v3i1.1738

Abstract

Proses penetasan telur ayam jika Cuma mengandalkan penetasan alami kemunginan gagal sekitar 50%-60% hal ini disebabkan faktor lingkungan yang tidak setabil yang mengakibatkan embrio didalam telur tidak dapat berkembang sempurna. Oleh karna itu dibuatlah alat penetas telur otomatis dengan pengontrolan suhu dan kelembaban yang dikontrol langsung oleh arduino uno dengan menggunakan sensor DHT11 dan RTC sebagai couter waktu penetasan telur, dan waktu berputar telur serta LCD 16x2 sebagai penampil menu.tujuan daripenelitian ini agar dapat menetas telur dengan keberhasilan yang tinggi. Alat penetas telur otomatis inimenggunakan lampu pijar sebagai penghasil suhu dan disini kami menggunakan kipas sebagai pelembab udarayang digunakan untuk mendapatkan kelembaban yang dibutuhkan telur yang dikontrol langsung oleh arduino uno. Metode penelitian ini menggunakan metode perancangan dan metode eksperimen mesin penetas telur[1] Sistem ini akan menjaga suhu dan kelembaban tetap ideal sesuai dengan yang dibutuhkan.[2] Temperatur dan kelembaban merupakan 2 faktor utama yangmenentukan keberhasilan penetasan telur. Berdasakan referensi, temperatur optimal dalam mesin tetas yaitu 38-39ᵒC dan kelembaban optimal yaitu 52%–55%RH. Namun kebanyakan mesin penetas telur konvensional yang ada dipasaran hanya memperhitungkan satu faktor saja yaitu temperature. Serta cara membalik telur dengan cara manual atau dibalik sendiri, hal ini kurang efektif..[3] Sedangkan kebutuhan akan telur sendiri tercatat sebesar 6,53 kg perorang pertahun