Muhammad Sakti Garwan
Magister Studi Qur’an-Hadis UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kajian Fenomenologi Agama dan Implikasinya Pada Tradisi Manaqiban Syekh Abdul Qadir al-Jailani Muhammad Sakti Garwan
AL-TADABBUR Vol 6, No 1 (2020): Edisi Juni 2020
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan fenomenologis memiliki ciri khas tersendiri dan berbeda dari pendekatan lain untuk memahami agama. Fenomenologi adalah metode untuk apa yang dialami oleh agama, apa yang dirasakan, dikatakan dan dilakukan, dan seberapa baik pengalaman yang berarti baginya. Ada dua pendekatan fenomenologi agama, Pertama, fenomenologi adalah metode untuk memahami agama seseorang yang mencakup sebagian besar bisnis dalam menilai opsi dan komitmen mereka secara netral sebagai persiapan untuk rekonstruksi pengalaman orang lain. Kedua, pembangunan skema taksonomi untuk mengelompokkan fenomena-fenomena yang diledakkan dengan batas-batas budaya dan kelompok-kelompok agama. Secara umum, pendekatan fenomologi hanya menangkap sisi pengalaman religius dan kesamaan reaksi religius semua manusia secara merata, tanpa memandang dimensi ruang dan waktu serta perbedaan budaya. Studi fenomenologi kebenaran adalah penjelasan tentang makna ritus, ritual, upacara, doktrin, atau hubungan sosial dan dalam aktor agama. Agama sebagai rantai tradisi otoritatif menyiratkan bahwa agama harus dipahami sebagai agama, bukan karena mereka percaya atau tidak percaya pada Tuhan, roh atau sebagian bentuk transenden, tetapi karena kepercayaan mereka mentransmisikan dan memperkuat otoritas tradisi.