Berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan 85% peserta didik menyatakan pembelajaran IPS “membosankan”, sedangkan 15% peserta didik lainnya menyatakan “menarik dan menyenangkan”. Sedangkan model pembelajaran yang dilaksanakan 50% para pendidik masih memanfaatkan metode mengajar secara konvensional dan belum sadar akan pentingnya media. Hendaknya seorang pendidik mampu memberikan pengalaman belajar secara langsung atau secara nyata dan realistik terhadap materi IPS tentang peninggalan kerajaan Hindu-Budha di Indonesia. Sehingga kegiatan pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien ketika pendidik mampu memanfatkan media sebagai sumber pengetahuan dalam belajar dan membantu proses komunikasi saat menyampaikan materi. Tujuan dari penelitian ini ialah mengembangkan media pembelajaran Augmented Reality pada materi peninggalan kerajaan Hindu-Budha di Indonesia dan mengetahui respon peserta didik SMP Muhammadiyah 5 Surabaya terhadap penggunaan media Augmented Reality pada materi peninggalan kerajaan Hindu-Budha di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode research and development (R&D) dengan model ADDIE. Uji kelayakan media ini berdasarkan penilaian dari ahli materi dan ahli media pembelajaran dengan menggunakan lembar validasi ahli materi dan ahli media. Hasil penelitian menyatakan bahwa media Augmented Reality materi peninggalan kerajaan Hindu-Budha memperoleh penilaian skor rata-rata 3,50 oleh ahlo edia pembelajaran dan ahli materi memperoleh skor rata-rata 3,70. Berdasarkan skala Likert skor rata-rata keduanya termasuk kategori “sangat layak” digunakan dalam pembelajaran. Hasil respon peserta didik pada media Augmented Reality memperoleh skor rata-rata 93,13% dan termasuk dalam kategori “sangat baik”.