p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Sylva Scienteae
Kurdiansyah Kurdiansyah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KARAKTERISTIK PELET DARI KAYU KARET (Havea brasiliensis) TIDAK PRODUKTIF DI DESA DANAU SALAK KABUPATEN BANJAR KALIMANTAN SELATAN Joko Prayitno; Violet Violet; Kurdiansyah Kurdiansyah
Jurnal Sylva Scienteae Vol 3, No 6 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Volume 3 No 6 Edisi Desember 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.553 KB) | DOI: 10.20527/jss.v3i6.4729

Abstract

Characteristics of wood pellets rubber (Havea brasiliensis) is not productive from Danau Salak village, Banjar Regency. The purpose of this research to know the characteristics of wood pellets from unproductive rubber wood includes moisture content, caloric value, density, ash content, fly and carbon bound substances. Dry wood until water content of 12-10%, then crushed into powder with crusher machine. The powder in sifted 40 mesh was then taken into doubt and sprinkled with starch. The pellets were inserted a print device, pressed with a hot temperature of 125 º C for 30 minutes with a pressure of 164 kg/cm3. The result of water content of rubber pellets is not productive at 7.28%, while the ash content test is 1.60%, calorie value of 4141.52 cal/g, density value of 0.9 g/cm3, flying substance rate of 71.58% and carbon level is bound at 19.53%. According to SNI Standard, NFRI (Korea), DIN (Germany) and PFI (America) The value of water content shown meets all standards, heat value only meet SNI and NFRI standards (KOREA), for density values simply do not meet the standard DIN (Germany), for the flying substances meet SNI standard and for the value of bonded carbon Also Meet SNI standardsKarakteristik pelet kayu Karet (Havea brasiliensis) tidak produktif dari desa Danau Salak, Kabupaten Banjar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik pelet kayu dari kayu karet tidak produktif meliputi kadar air, nilai kalor, kerapatan, kadar abu, zat terbang dan karbon terikat. Kayu keringkan hingga kadar air 12-10%, kemudian dihancurkan menjadi serbuk dengan mesin crusher. Serbuk di ayak 40 mesh kemudian ditmbang dan dicapurkan tepung kanji. Pelet dimasukkan alat cetak, dipres dengan suhu panas 125ºC selama 30 menit dengan tekanan 164 kg/cm3. Hasil uji kadar air pelet kayu karet tidak produktif sebesar 7,28%, sedangkan uji kadar abu sebesar 1,60%, Nilai kalori sebesar 4141,52 kal/g, nilai kerapatan sebesar 0,9 g/cm3, kadar zat terbang sebesar 71,58 % dan kadar karbon terikat sebesar 19,53 %. Berdasarkan standar SNI, NFRI (Korea), DIN (Jerman)dan PFI (Amerika) nilai kadar air yang ditunjukkan memenuhi semua standar, sedangkan kaar abu hanya memenuhi standar NFRI (Korea), untuk nilai kalor hanya memenuhi standar SNI dan NFRI (Korea), untuk nilai kerapatan hanya tidak memenuhi standar DIN (Jerman), untuk zat terbang memenuhi standar SNI dan untuk nilai Karbon terikat juga memenuhi standar SNI.
PRODUKTIVITAS KAYU TEBANGAN PRODUSEN KAYU MASYARAKAT LOKAL DESA LANGON DENGAN PT SHAFWAH LESTARI ABADI Ari Riswanda; Adi Rahmadi; Kurdiansyah Kurdiansyah
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 2 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 2 Edisi APRIL 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i2.18936

Abstract

Produktivitas kerja merupakan aktivitas yang mengacu pada produk akhir yang telah ditentukan oleh kualitas dan kuantitas barang atau jasa sesuai dengan waktu dan juga standar yang telah diterapkan oleh Kelompok Usaha. Lokasi yang menjadi penelitian yaitu di PT Shafwah Lestari Abadi sedangkan untuk lokasi penelitian produsen kayu tebangan masyarakat lokal berada di Desa Langon, Kecamatan Muara Komam. Kondisi alat dari produsen kayu tebangan masyarakat lokal Desa Langon menggunakan 1 Chainsaw Merek STIHL tipe MS 070 Dengan 1 orang Chainsawmen dan 1 orang Pembantu. Sementara di PT SLA menggunakan 2 Chainsaw Merek STIHL MS 361 dibantu dengan 3 Excavator, masing-masing lokasi 7 hari pengulangan. . Data yang diambil berupa waktu kerja dalam setiap elemen kerja penebangan pohon sebagai Output, diameter dan panjang pohon setelah ditebang sebagai dasar perhitungan volume kayu yang akan ditebang sebagai Input. Dari ke-2 data tersebut mendapatkan nilai produktivitas dengan menghitung Output:Input.   Produktivitas produsen kayu masyarakat lokal tercatat dengan total nilai produktivitas sebesar 6,37, dengan rata-rata harian sebesar 0,91. Mereka menebang Pohon Nyatoh dan Pulai. Sebaliknya, PT Shafwah Lestari Abadi memiliki total nilai produktivitas sebesar 56,96, dengan rata-rata harian sebesar 8,13, dan mereka menebang pohon eukaliptus. Faktor yang menjadi kendala dari 2 lokasi tersebut kebanyakan dari faktor alam dan peralatan yang digunakan