Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI PAUD IT ADZKIA SUMATERA BARAT Zulfahman Siregar
Jurnal Riset Pendidikan Dasar Dan Karakter Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Riset Pendidikan Dasar dan Karakter
Publisher : LP2M Universitas Adzkia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan anak usia dini pada jalur formal adalah taman kanak-kanak yang menyelenggarakan program pendidikan pada anak usia empat sampai enam tahun. Pada masa ini merupakan masa emas (golden age), dimana pada masa ini semua aspek perkembangan anak dapat dikembangkan dengan baik. Lembanga PAUD dengan konsep Islam Terpadu merupakan integrasi dari kurikulum nasional dengan kurikulim JSTI yang mana cirikhasnya terletak pada nilai-nilai Islam menyatu ke dalam bangunaan kurikulum yang sekaligus dapat disinergikan dalam tiga ranah: kognitif, afektif dan psikomotorik. Perkembangan PAUD IT di Sumatera Barat sangat signifikan dan diminati oleh masyarakat, terbukti dari 19 Kabupaten/Kota di Sumatera Barat, 18 Kabupaten/Kota telah berdiri PAUD IT yang sekaligus bergabung dengan Jaringan Islam Terpadu Indonesia. Untuk itu perlu sosialisasi dan pembinaan terhadap PAUD yang belum bergabung dengan JSIT, sedangkan PAUD IT yang sudah bergabung agar segera mempersiapkan diri untuk visitasi akreditasi guna menyamakan Standar Mutu ke Khasan PAUD IT. Untuk menjaga kesinambungan mutu perlu pembinaan terhadap guru dan karyawan, berupa pelatihan, workshop, magang serta melanjutkan studi ke perguruan tinggi program PG-PAUD yang lebih tinggi.
Sekolah Berbasis Masjid Sebuah Alternatif Kembali Ke Surau Zulfahman Siregar
Jurnal Riset Pendidikan Dasar Dan Karakter Vol 3 No 1 (2021): JURNAL RISET PENDIDIKAN DASAR DAN KARAKTER
Publisher : LP2M Universitas Adzkia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Surau merupakan salah satu bangunan yang cukup penting bagi masyarakat Minangkabau. Keberadaan Surau bahkan sudah ada sejak Islam masuk ke wilayang Minangkabau, yaitu pada zaman Hindu-Budha. Surau digunakan sebagai bangunan kebudayaan dan adat. Surau menjadi tempat untuk mempelajari adat, musyawarah, dan membahas hal-hal yang dapat memberikan solusi ideal terhadap problem sosial yang terjadi dalam masyarakat. Sebelum datangnya Islam, surau telah menempati struktur sosial yang sangat penting dalam masyarakat Minangkabau sehingga bangunan surau tidak diganti dengan bangunan simbol Islam, yaitu masjid. Surau ternyata tidak hanya ada di Minang, surau kemudian dibawa oleh perantau-perantau Minang ke tempat tinggal mereka yang baru. Ini dikarenakan surau merupakan institusi yang berfungsi untuk mengembangkan nilai-nilai moral agama dan budaya di Minangkabau