Nurchalistiani Budiana
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhadi Setiabudi Brebes, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

RITATOON UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK PADA ANAK KELOMPOK B TK KHALIFA-IMS TEGAL Nurchalistiani Budiana
Jurnal Ilmiah SEMANTIKA Vol. 1 No. 1 (2019): Agustus
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.842 KB) | DOI: 10.46772/semantika.v1i1.84

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menyimak anak melalui metode bercerita dengan media ritatoon pada anak kelompok B TK Khalifa-IMS Tegal. Penelitian ini dilakukan karena terdapat permasalahan di kelas terkait kemampuan menyimak di kelas B. Desain penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan secara kolaboratif dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok B TK Khalifa-IMS Tegal, dengan jumlah siswa sebanyak 15 anak. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Kemampuan menyimak anak kelompok B di TK Khalifa-IMS Tegal dapat ditingkatkan melalui metode bercerita dengan media ritatoon. Tahap dalam proses menyimak yang dilakukan antara lain anak mendengarkan cerita yang disampaikan guru, anak mengerti dan memahami dengan baik isi cerita. Setelah anak memahami cerita, anak menginterpretasikan isi cerita dengan bercerita kembali, serta anak menanggapi pertanyaan yang diberikan guru. Guru memberi penguatan berupa reward kepada anak setelah anak bercerita kembali. Pada tahap pra tindakan persentase pencapaian kemampuan menyimak anak sebanyak 47,1% pada kriteria mulai berkembang (MB), kemudian meningkat pada siklus I menjadi 66,1% berada pada kriteria berkembang sesuai harapan (BSH). Pada siklus II persentase pencapaian kemampuan menyimak anak meningkat menjadi 85% pada kriteria berkembang sangat baik (BSB).