Rahmawati Mulyaningtyas
Jurusan Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Tulungagung, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Senyapan Tuturan Presiden Joko Widodo Dalam Wawancara Eksklusif di Kompas TV Dian Etikasari; Elen Nurjanah; Rahmawati Mulyaningtyas
Jurnal Ilmiah SEMANTIKA Vol. 2 No. 02 (2021): Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.104 KB) | DOI: 10.46772/semantika.v2i02.384

Abstract

Presiden Joko Widodo sebagai orang nomor satu di Republik Indonesia selalu mendapatkan banyak sorotan publik, baik dalam kehidupan pribadi maupun profesinya. Dengan adanya UU Cipta Kerja dan kasus Covid-19 di Indonesia, Presiden mendapatkan banyak kritikan. Hal ini menyebabkan salah satu media mengadakan wawancara khusus dengan Presiden Joko Widodo. Selama wawancara berlangsung, terjadi senyapan saat beliau berbicara. Senyapan dilakukan Presiden Joko Widodo saat beberapa kali menjawab pertanyaan dari pewawancara. Senyapan dalam tuturan penting untuk diteliti karena dapat mengungkapkan proses mental penutur. Selain itu, senyapan membutuhkan pembahasan lebih dalam untuk menambah informasi tentang produksi ujaran pada bidang ilmu psikolinguistik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang bentuk senyapan dan penyebabnya dalam wawancara. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini berupa produksi ujaran Presiden Joko Widodo yang diwawancarai secara eksklusif di Kompas TV pada Senin, 16 November 2020. Hasil penelitian ini, pertama bentuk senyapan meliputi senyapan terisi, senyapan pengulangan, senyapan pemanjangan, senyapan kombinasi, senyapan false start, dan senyapan diam. Kedua, penyebab senyapan meliputi terlanjur memulai ujaran, tetapi sebenarnya belum siap untuk keseluruhan kalimat itu; lupa akan kata-kata yang diperlukan; kehati-hatian memilih kata; ketidaksiapan memulai tuturan; adanya kekeliruan tuturan; pengubahan isi tuturan; ragu-ragu karena mengingat kejadian di masa lampau; mencari kata-kata yang tepat untuk disampaikan.