Adib Gunawan
Pribadi Bilingual Boarding School Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Interpretasi Hadis tentang Penciptaan Perempuan dari Tulang Rusuk Laki-Laki dan Kesetaraan Gender Menurut M. Fethullah Gulen Adib Gunawan
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 2, No 2 (2022): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v2i2.18515

Abstract

Pemahaman atas sabda nabi, bahwa perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki yang bengkok, mengkibatkan perempuan dianggap sebagai makhluk kelas dua. Tulisan ini bertujuan menguak pemahaman atau interpretasi atas makna ungkapan hadis tersebut menurut M. Fethullah Gulen, seorang ulama kontemporer asal Turki, serta bagaimana pandangan M. Fethullah Gulen tentang kesetaraan gender. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, didasarkan pada studi kepustakaan (library research). Dari penelitian didapatkan hasil, bahwa menurut M. Fethullah Gulen hadis tentang penciptaan perempuan dari tulang rusuk laki-laki adalah hadis sahih yang maknanya adalah perempuan diciptakan dari unsur atau substansi yang sama dengan laki-laki, bukan perempuan diciptakan dari laki-laki. Sedangkan ungkapan tulang rusuk yang bengkok bukanlah bermakna harfiah, melainkan adalah suatu kiasan untuk memberikan perhatian pada pendidikan wanita dan penataan rumah tangga, perempuan akan tetap bengkok jika dibiarkan dalam kondisinya, namun jika diluruskan dengan cepat dan tergesa-gesa, ia akan patah. M. Fethullah Gulen juga berpendapat, bahwa perempuan memiliki fitrah, kelebihan dan kekurangan sebagaimana laki-laki. Namun, sesuai dengan peranannya masing-masing, keduanya saling melengkapi dan memiliki kedudukan yang setara sebagai sesama makhluk Allah SWT.
Aktualisasi Budaya Toleransi Beragama di Sekolah Kharisma Bangsa Tangerang Adib Gunawan
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 3, No 2 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i2.28910

Abstract

Keberagaman di Indonesia tidak hanya terbatas pada budaya dan etnik, melainkan juga agama yang keseluruhannya dirangkum dalam nilai-nilai Pancasila dan Kebhinekaan. Namun, di setiap kemajemukan kerap saja muncul tantangan dalam bentuk pandangan, sikap dan tindakan-tindakan yang merongrong keragaman tersebut, sikap-sikap eksklusif, intoleran, bahkan ekstrem. Oleh karenanya, pemahaman tentang pentingnya wawasan ke-Indonesiaan yang multireliji perlu ditanamkan di tiap lingkungan, tidak terkecuali lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran umum, konsep, implementasi dan dampak dari toleransi beragama di Sekolah Kharisma Bangsa Tangerang. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif (mixed methods). Pendekatan kualitatif untuk mendeskripsikan toleransi beragama, konsep, implementasi dan dampak budaya toleransi beragama di Sekolah Kharisma Bangsa School Tangerang. Sedangkan pendekatan kuantitatif untuk mendeskripsikan budaya toleransi beragama siswa di Sekolah Kharisma Bangsa. Di sini siswa beradaptasi dengan mengedepankan kesamaan-kesamaan yang dimiliki sebagai sesama siswa. Konsep toleransi beragama di sekolah kharisma bangsa terinspirasi dari pemikiran toleransi beragama dari ulama M. Fethullah Gulen, yakni: melihat manusia adalah sama-sama ciptaan Allah SWT, sehingga tidak dibenarkan menghakimi nasib pemeluk agama lain di akhirat kelak. Implementasi dari konsep Toleransi Beragama di Sekolah Kharisma Bangsa adalah: Sekolah menerima guru dan siswa non muslim, tidak mewajibkan siswi berjilbab, namun sekolah membuat seragam yang sopan, lengan panjang dan rok panjang. Sekolah membuat kurikulum pembinaan yang mengandung muatan topik-topik toleransi beragama. Sekolah menyediakan guru agama sesuai dengan agama siswa.