Bahasa Bali yang sebagai bahasa ibu kini pemakaiannya sudah semakin jarang, bahkan bahasa Bali yang dulunya merupakan bahasa ibu bagi masyarakat Bali, kini peran bahasa Bali sebagai bahasa ibu semakin banyak digantikan dengan bahasa Indonesia, bahkan ada yang mengganti dengan bahasa asing yaitu bahasa Inggris. Dari observasi yang dilakukan peneliti bahwa di mana siswa SMA hampir 80 % menggunakan bahasa indonesia dalam berkomunikasi. Rendahnya penggunaan bahasa Bali dikalangan siswa disebabkan siswa menganggap ” Malajah Basa Bali sing dadi anggon ngalih gae, ane jani kanggo basa Inggris” dan Selain itu bahasa Bali yang hanya sebagai pelajaran muatan lokal dan tidak diujikan saat ujian nasional selalu tidak dianggap penting oleh siswa bahkan tidak terlalu penting bahasa Bali itu.Berdasarkan latar belakang di atas, maka dalam penelitian ini ada dua permasalahan yang akan dibahas antara lain: 1) Bagaimana penggunaan bahasa Bali dikalangansiswa SMA Negeri 1 Singaraja dalam kehidupan sehari-hari?, 2) Bagaimana persepsi guru bahasa bali SMA Negeri 1 Singaraja terhadap rendahnya penggunaan bahasa Bali dikalangan siswa? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penggunaan bahasa Bali dikalangan siswa saat ini, dan mengetahui persepsi guru bahasa Bali terhadap rendahnya penggunaan bahasa Bali dikalangan siswa.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan design penelitian terfokus pada penelitian observational case studies, dengan pendekatan fenomenologi, dengan sumber data primer dan sekunder. Subjek penelitian adalah adalah guru bahasa Bali SMANegeri1 Singaraja,metode penentuan informan dilakukan dengan porposive Sedangkan metode yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah metode obsevasi, metode wawancara dan metode kepustakaan, metode analisis data,teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi dan teori identitas.Hasil yang diproleh dari hasil analisis penelitian ini adalah rendahnya penggunaan bahasa Bali dikalangan siswa karena siswa lebih cenderung menggunakan bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris bahkan bahasa Mandarin dalam keseharian di sekolah. Disamping itu juga para siswa menganggap bahasa Bali tidaklah terlalu penting dibandingkan dengan bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Rendahnya penggunaan bahasa Bali dikalangan siswa menurut persepsi guru bahasa Bali SMA Negeri 1 Singaraja juga disebabkan beberapa faktor antara lain faktor orang tua, faktor ketidak beraturan belajar siswa, faktor motivasi, faktor kesulitan, faktor ekonomi dan lapangan kerja, dan faktor trend (gaya) dan budaya luar. Namun dari sisi lain dari hasil wawancara dengan guru bahasa Bali SMA Negeri 1 Singaraja menyatakan bahwa para guru ini sudah merasa senang karena sekolah SMA Negeri 1 Singaraja sudah menerapkan wajib menggunakan bahasa Bali saat Purnama dan Tilem, para guru menganggap bahasa Bali masih diperhatikan dan masih bisa tetap dilestarikan oleh siswa meskipun itu hanya saat Purnama dan Tilem.Kata kunci : persepsi guru bahasa Bali, rendahnya penggunaan bahasa Bali