Siti Qorrotu Aini
Kantor Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Pati

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEBAGAI PEKERJA SEKS KOMERSIAL (PSK) PADA REMAJA LAKI-LAKI (Studi Kasus Terhadap Remaja Laki-Laki Pelaku Prostitusi Di Kabupaten Pati) Siti Qorrotu Aini
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 10, No 2 (2014): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.084 KB) | DOI: 10.33658/jl.v10i2.87

Abstract

ENGLISHThe phenomenon of MSM (Men Sexual associated with man) is rapidly evolving, no longer limited to personal relationships but it is up to the commercial. Some adolescent boys had decided to become commercial sex workers. The purpose of this study was to describe the decision making process of teenage boys to become commercial sex workers. The research method is qualitative descriptive approach. Primary data were obtained by interview and observation. Secondary data were obtained from documents relevant agencies. Key informants numbered 2 teen boys sex workers by means of purposive sampling. The results showed that the decision to sex work through several stages including: assessing information, assess alternatives exist, consider alternatives, make commitments, and persist despite negative feedback. INDONESIAFenomena LSL (Lelaki berhubungan Seksual dengan Lelaki) semakin merebak, tidak lagi sebatas hubungan pribadi tetapi sudah sampai ranah komersial. Beberapa remaja laki-laki sudah memutuskan untuk menjadi Pekerja Seks Komersial. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan proses pengambilan keputusan remaja laki-laki untuk menjadi pekerja seks komersial. Metode penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data primer diperoleh dengan wawancara dan observasi. Data sekunder diperoleh dari dokumen instansi terkait. Informan kunci berjumlah 2 remaja laki-laki pekerja seks komersial dengan cara purposif sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengambilan keputusan menjadi pekerja seks komersial melalui beberapa tahap diantaranya: menilai informasi, menilai alternatif-alternatif yang ada, mempertimbangkan alternatif, membuat komitmen, bertahan meskipun ada feedback negatif.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KEKAMBUHAN PADA PENDERITA SKIZOFRENIA SETELAH PERAWATAN DI RUMAH SAKIT JIWA Siti Qorrotu Aini
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 11, No 1 (2015): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.438 KB) | DOI: 10.33658/jl.v11i1.62

Abstract

ENGLISHSchizophrenic patients are used to experiencing relapse after completing treatment in psychiatric hospital. The aim of research was to find the causes of relapse in schizophrenic patients. The type of research was qualitative. The subjects in this research were five persons who formerly schizophrenic patients and experienced relapse. Primary data were obtained through interviews and observations, while secondary data were gained from the document Pati District Health Office and the relevant references. Data analysis used descriptive method. The results showed that the cause of relapse in patients with schizophrenia are: 1) pressure life events, such as being abandoned by spouse, thinking about the wedding preparations with ex-wife (remarriage) and the failure of marriage planning 2) lack of family role because of lack of knowledge, and lack of economic sources, 3) uncompliance and irregularity on medication, 3) the limitations of medicine and health clinic personnel assistance. INDONESIAPenderita Skizofrenia seringkali mengalami kambuh setelah selesai menjalani masa perawatan di rumah sakit jiwa. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui penyebab kambuh pada penderita skizofrenia. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah lima penderita skizofrenia dan pernah dinyatakan sembuh kemudian mengalami kekambuhan. Data primer diperoleh dari wawancara dan observasi. Data sekunder diperoleh dari dokumen Dinas Kesehatan Kabupaten Pati dan referensi yang relevan. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab kekambuhan pada subjek penderita skizofrenia yaitu 1) Tekanan peristiwa kehidupan, diantaranya ditinggalkan pasangan, memikirkan persiapan pernikahan dengan mantan istri (rujuk) dan gagal menikah; 2) Kurangnya peran keluarga karena kurangnya pengetahuan, dan kurangnya ekonomi keluarga; 3) Ketidakpatuhan dan ketidakteraturan minum obat; dam 4) Keterbatasan obat dan pendampingan tenaga puskesmas.
FENOMENA KEKERASAN DI SEKOLAH (SCHOOL BULLYING) PADA REMAJA DI KABUPATEN PATI Siti Qorrotu Aini
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 12, No 1 (2016): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.926 KB) | DOI: 10.33658/jl.v12i1.52

Abstract

ENGLISHThe increase of child abuse in Pati Regency quite alarming. The aims of this study were to describe of bullying activity on student and describes form of bullying in junior high school (SMP) students in Pati Regency from the perspective of victims and bullies. The research method is a descriptive quantitative. The population are SMP students in Pati Regency in total 31,012 students. The number of respondent (sampling size) is 395 students from 21 SMP. The sampling method uses proportional area random sampling. This study was conducted from June to October 2015. Data are analyzed by descriptive. The results showed that 58.2% of the total respondents had experienced bullying. Students who experience bullying are grouped into three categories: 1) Bullies; 2) The victim; and 3) The bullies and victim. The last category has a dominant percentage (53.8%) compared to other categories. From the victim's viewpoint, the most widely form of bullying was verbal bullying (29.3%). However, 43.4% of victims feel that bullying was common. The majority of bullies was classmate (58.6%) and the bullying activity was mostly occured in classroom (84.3%). From bullies’s viewpoint, the most practiced form of bullying was verbal bullying 44.2%. Most bullies fell guilty (37.3%) while most of their victims were classmates (77.5%). Furthermore, the main reason to bully was fun (58.7%) and it was done in classroom (87.5%). INDONESIAPeningkatan angka kekerasan anak di Kabupaten Pati cukup memprihatinkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan perilaku bullying pada siswa SMP dan menjelaskan bentuk-bentuk bullying pada siswa SMP di Kabupaten Pati dari sudut pandang korban maupun pelaku. Metode penelitian adalah deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah siswa siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Pati yang berjumlah 31.012. Sampel penelitian terdiri atas 395 siswa dari 21 SMP yang bersedia menjadi responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan proporsional area random sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni sampai Oktober 2015. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 58,2% dari total responden pernah mengalami perilaku bullying. Siswa yang mengalami bullying terbagi dalam 3 peran yaitu pelaku, korban dan pelaku sekaligus korban dengan persentase yang mendominasi yaitu 52,8%. Berdasarkan sudut pandang korban, bentuk bullying paling banyak dialami adalah bullying verbal 29,3%. Korban menganggap bullying yang diterima adalah hal yang biasa (43,4%), namun banyak juga yang merasa sedih (30,3%). Pelaku paling dominan adalah teman seangkatan sebanyak 58,6%. Tempat terjadinya bullying sebagian besar adalah di kelas (84,3%). Berdasarkan sudut pandang pelaku, bentuk paling banyak dilakukan kepada korban adalah bullying verbal 44,2%. Sebagian pelaku bullying merasa menyesal (37,3%), sasaran paling banyak adalah teman seangkatan (77,5%). 58,7% pelaku bullying mengungkapkan alasan perilaku adalah iseng, bullying sebagian besar dilakukan di kelas (87,5%).
PERILAKU KELUARGA DALAM MENCARI PENGOBATAN BAGI ANGGOTA KELUARGA YANG MENGALAMI GANGGUAN JIWA Siti Qorrotu Aini
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 10, No 1 (2014): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.266 KB) | DOI: 10.33658/jl.v10i1.79

Abstract

ENGLISHMental disorders cases in Pati still high. Families providing support in the treatment process in different ways. This study aimed to analyze the family behavior in seeking treatment of mental disorders in Pati. This research used qualitative descriptive methods. The primary data obtained from interviewed by informant consisted of families, community leaders and health workers. Results the study showed that family seeking behavior is diifferent. Some, are still found families which looking for traditional treatment to shamans because ignorance factor that causes mental disorders. Treatment with various shamans did not provide a cure, then the people used modern medical system, that is went to the health service. Modern medical treatment provide healing, but people with mental disorders relaps after back into the family and community. INDONESIAKasus gangguan jiwa di Kabupaten Pati masih tinggi. Keluarga penderita memberikan dukungan dalam proses pengobatan dengan cara yang berbeda-beda. Tujuan penelitan untuk menganalisis perilaku keluarga dalam mencari pengobatan penderita gangguan jiwa di Kabupaten Pati. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data primer diperoleh dengan wawancara mendalam terhadap Informan terdiri dari keluarga, tokoh masyarakat dan tenaga kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan perilaku keluarga dalam mencari pegobatan penderita gangguan jiwa berbeda-beda. Sebagian, masih ditemukan keluarga yang mencari pengobatan secara tradisional ke dukun karena faktor ketidaktahuan penyebab terjadinya gangguan jiwa. Pengobatan dengan berbagai dukun ternyata tidak memberikan kesembuhan, kemudian masyarakat menggunakan sistem medis modern, yaitu berobat ke pelayanan kesehatan. Pengobatan dengan medis modern memberikan kesembuhan, tetapi setelah penderita gangguan jiwa kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat kembali mengalami kekambuhan.
PERILAKU MENGAKSES PORNOGRAFI ELEKTRONIK PADA REMAJA (Studi di SMP N di Kabupaten Pati) Siti Qorrotu Aini
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 12, No 2 (2016): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.978 KB) | DOI: 10.33658/jl.v12i2.42

Abstract

ENGLISHAdolescent are the largest population of the target pornography. The purpose of this study were to describe the behavior of junior high school students in accessing pornography. The research method is descriptive quantitative research. The population are Junior High School (SMP) students in Pati regency in total 31.012.The sampel size is 395 students from 19 SMP. Teknik sampling using proportional random sampling area. This research was conducted in June to October 2015 . Data retrived by questionnaires in the form of closed questions. Data analyzed with descriptive analysis using SPSS 16. The results showed that 29.11% of respondents indicated behavioral accessing pornography, 67% of respondents who accessed porn is male 77% and 33% female, most respondents grade 9 had been accessing pornography 62%, the age of first accessing pornography mostly at the age of 12 (27%) and 13tahun (27%) , media sources such as smartphone and VCD from friends (37% ) and the internet (35%), where access to pornography is in the house as much as 48.7%, while accessing pornography majority partner is a friend as much as 60.9%, the response time of viewing pornography is largely disgusted as much as 41.7%, reasons to access mostly for fun as much as 39.1%. INDONESIARemaja merupakan populasi terbesar yang menjadi sasaran pornografi. Penelitian ini dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran secara kuantitatif tentang perilaku siswa SMP dalam mengakses materi pornografi.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian adalah siswa siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Pati yang berjumlah 31.012.Sampel penelitian ini terdiri atas 395 siswa dari 19 SMP N yang bersedia menjadi responden penelitian.Teknik pengambilan sampel menggunakan proporsional area random sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni sampai Oktober 2015.Pengambilan data penelitian dengan menggunakan angket berupa pertanyaan tertutup.Data dianalisis dengan analisis deskriptif dengan menggunakan bantuan SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 29,11% responden menunjukkan perilaku mengakses meteri pornografi,67% responden pengakses porno berjenis kelamin laki-laki 77% dan 33% perempuan, sebagian besar responden kelas 9 sudah pernah mengakses materi porno yaitu 62%, usia pertama kali mengakses pornografi sebagian besar pada usia 12&13tahun yaitu 54%, Sumber media berupa Hp dan VCD dari teman (37%) dan internet (35%), tempat mengakses materi pornografi adalah di rumah sebanyak 48,7%, partner saat mengakses pornografi sebagian besar adalah teman sebanyak 60,9%, respon saat melihat materi pornografi sebagian besar adalah jijik sebanyak 41,7%, Alasan mengakses sebagian besar karena iseng/coba-coba sebanyak 39,1%.