Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEBIJAKAN DALAM PENYEDIAAN KECUKUPAN BIAYA OPERASIONAL PENDIDIKAN MENENGAH Suroso Suroso
Inisiasi Volume 11, Edisi 2, Desember 2022
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.541 KB) | DOI: 10.59344/inisiasi.v11i2.52

Abstract

Kebijakan untuk kecukupan biaya operasional pendidikan yang mengakomodasi substansi umum regulasi nasional dan konteks spesifik lokal daerah menjadi tantangan bagi pembuat kebijakan. Pembiayaan pendidikan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan mutu pendidikan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengembangkan kerangka kerja kebijakan dalam penyediaan kecukupan biaya operasional bagi pendidikan menengah yang menggunakan substansi umum regulasi nasional dan konteks lokal daerah di area studi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif. Penelitian menggunakan data skunder. Penelitian menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya operasional yang memenuhi standar kecukupan untuk pendidikan menengah terus berubah setiap tahun karena terjadinya inflasi tahunan. Hasil lainnya membuktikan bahwa kecukupan biaya oprasional untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Menengah Umum (SMU) berbeda karena sekolah tersebut memiliki perbedaan standar dasar biaya operasional. Oleh karena itu, implementasi regulasi pendidikan nasional mengenai biaya operasional untuk daerah berbeda perlu mempertimbangkan indeks lokal daerah dan dinamika konteks inflasi tahunan.
Kajian Disparitas Pembangunan Kawasan Pinggiran Dibandingkan Kawasan Perkotaan di Kabupaten Pati Suroso Suroso
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 19, No 3 (2023): JPWK Volume 19 No. 3 September 2023
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v19i3.45657

Abstract

Pembangunan kawasan pinggiran cenderung tumbuh lebih lamban dibandingkan dengan kawasan perkotaan.  Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji disparitas pembangunan kawasan perbatasan/pinggiran dibandingkan kawasan perkotaan di Kabupaten Pati. Studi ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakandata indeks desa membangun (IDM) dan data wawancara terhadap pendamping desa (PD) dan stakeholder lainnya. Teknik analisis meliputi analisis deskriptif capaian IDM dan komparatif rerata capaian IDM antar kawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan pinggiran memiliki capaian pembangunan bervariasi. Capaian nilai indeks pembangunan kawasan paling rendah berada di kawasan pinggiran barat (67,27) disusul kawasan pinggiran selatan (68,20), kawasan pinggiran timur (69,42),  dan kawasan pinggiran utara (71,06). Kemudian kawasan perkotaan memiliki capaian pembangunan (77,20). Komparasi campaian pembangunan, ada perbedaan capaian pembangunan antara kawasan pinggiran dan kawasan perkotaan berdasarkan klasifikasi rerata IDM. Sebagian besar kawasan pinggiran memiliki capaian pembangunan kategori “Moderat”, sedangkan kawasan perkotaan mempunyai capaian kategori “Tinggi”. Namun perbedaan nilai capaian pembangunan antara IDM 4 kawasan pinggiran dibandingkan IDM kawasan kota relatif kecil. Ini dibuktikan dengan nilai hitung t komparasi IDM kawasan pinggiran selatan, timur, barat dan utara dibandingkan kawasan kota (1.179; 1,064; 1,441; 0,792) lebih kecil dari nilai t tabel (2,101; 2,078; 2,149; 2,201). Nilai t hitung lebih kecil dari nilai t tabel berarti disparitas pembangunan kawasan pinggiran dibandingkan kawasan kota relatif kecil. Walaupun diaparitas kecil, ini perlu dieliminasi untuk meningkatkan kesetaraan pembangunan, dan  kawasan yang memiliki capaian pembangunan lebih kecil perlu mendapat prioritas dalam kebijakan pembangunan.