Ni Sayu Putu Desya Laksmi Putri
Program Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERUBAHAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN ENZIMATIK ENDOGEN YANG TERJADI AKIBAT KONSUMSI MONOSODIUM GLUTAMAT (MSG) BERDASARKAN DOSIS, WAKTU PAJANAN, DAN DAERAH DI JARINGAN OTAK Ni Sayu Putu Desya Laksmi Putri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v7i3.2962

Abstract

Monosodium glutamat telah digunakan sebagai bahan tambahan makanan yang digunakan secara luas di Indonesia. MSG dapat menyebabkan kerusakan pada neuron dan fungsi otak, serta dapat menyebabkan stres oksidatif yang meningkat melebihi batas aman. Superoksida dismutase (SOD), katalase (CAT), dan glutation peroksidase (GPx) merupakan antioksidan enzimatik endogen yang mampu diproduksi tubuh. Ketidakseimbangan jumlah radikal bebas dengan jumlah antioksidan endogen yang dihasilkan tubuh disebut stres oksidatif. Penurunan aktivitas antioksidan dapat digunakan sebagai parameter peningkatan ROS (spesies oksigen reaktif). Dosis dan waktu pajanan MSG meningkatkan progresifitas penurunan antioksidan enzimatik jaringan otak pada hewan coba. Semakin besar dosis yang diberikan, semakin tinggi perubahan aktivitas antioksidan dan semakin lama penurunan yang diberikan akan semakin meningkat perubahan aktivitas antioksidan. Secara keseluruhan, daerah di otak yang membatasi efek antioksidan terletak di semua daerah termasuk otak besar, otak kecil, batang otak, dan diensefalon. Dengan dosis rendah dimulai pada dosis 20mg/kgBB telah menunjukkan penurunan aktivitas superoksida dismutase (SOD) dan katalase, dan dimulai dengan presentasi MSG hanya 6-7 hari, telah dapat terbukti mampu mencegah aktivitas antioksidan aktif selama 14 hari ke depan tanpa perubahan.