Abdul Azis
Program Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KUNYIT (Curcuma domestica Val) SEBAGAI OBAT ANTIPIRETIK Abdul Azis
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.288 KB) | DOI: 10.33024/jikk.v6i2.2265

Abstract

Penyakit infeksi terus berkembang dewasa ini. Salah satu gejalanya adalah demam. Demam adalah kenaikan suhu tubuh yang ditandai adanya kenaikan titik ambang regulasi panas hipotalamus. Demam dapat mengakibatkan komplikasi jika tidak ditangani, maka dari itu perlu penanganan yang baik untuk mengobati demam. Salah satu obat antipiretik yang sering digunakan yaitu parasetamol. Terapi parasetamol dapat menyebabkan efek samping pada saluran cerna dan sistem kardiovaskular. Sesuai dengan efek sampingnya dalam menurunkan temperatur tubuh, dapat dilakukan pengembangan potensi tanaman berkhasiat obat sebagai terapi obat antipiretik dengan efek samping lebih kecil. Tanaman yang berpotensi sebagai antipiretik adalah kunyit. Kunyit (Curcuma domestica) merupakan salah satu tanaman herbal yang potensial sebagai terapi demam. Tanaman herbal ini bisa menjadi terapi alternatif untuk demam. Kunyit mengandung senyawa aktif yaitu curcumin. Senyawa tersebut telah banyak diteliti memiliki efek dapat menghambat protein Cyclooxygenase-2 (COX-2). COX-2 merupakan enzim yang dapat memediasi proses kenaikan suhu pada demam. Maka dari itu, curcumin yang terkandung di dalam kunyit memiliki efek antipiretik. Efek potensial tersebut yang bisa menjadi landasan untuk terapi demam.