Sanjoto Santibudi
Staf Pengajar, Fakultas Kedokteran, Universitas Malahayati, Lampung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERBANDINGAN POLA SENSITIVITAS BAKTERI TERHADAP ANTIBIOTIK DI RUANG ICU DAN RUANG RAWAT INAP NON ICU DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. H. ABDUL MOELOK BANDAR LAMPUNG Hidayat Hidayat; Abdurrohman Izzuddin; Sanjoto Santibudi; Sari Novpriani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i1.3939

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak rasional atau secara berlebih dapat mengakibatkan terjadinya resistensi dan multi drug resisten pada bakteri. Ruang ICU merupakan salah satu ruang rawat dengan penggunaan antibiotik yang lebih banyak selain ruang rawat lainnya. Hal ini yang menyebabkan sering ditemukan bakteri yang sudah multi drug resisten di ruang ICU. untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan pola sensitivitas bakteri terhadap antibiotik di ruang ICU dan ruang rawat inap Non ICU Rumah Sakit Umum Daerah Dr.H.Abdul Moeloek Bandar Lampung periode Juli-Desember 2019. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian ini adalah hasil pemeriksaan kultur resistensi dari 525 pasien di ruang ICU dan ruang rawat inap Non ICU yang mendapat terapi antibiotik periode Juli-Desember 2019. Diperoleh dari Laboratorium Mikrobiologi Instalasi Patologi Klinik RSUD Dr.H.Abdul Moeloek Bandar Lampung. Uji statistik menggunakan uji univariat. Data ditampilkan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil uji kultur dan resistensi periode Juli-Desember 2019 didaptkan, pada ruang ICU didapatkan bakteri tertinggi, yaitu Klebsiella pneumoniae (18%) masi sensitif terhadap antibiotik Meropenem (91,7%) dan pada ruang rawat inap Non ICU didapatkan bakteri tertinggi, yaitu Staphylococcus sp (23%) yang masi sensitif terhadap Meropenem (90,2%).