Muhammad Amir
Balai Pelestarian Nilai Budaya Sulawesi Selatan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dinamika Politik Kerajaan Bone Muhammad Amir
Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.724 KB) | DOI: 10.36869/pjhpish.v4i2.44

Abstract

Kajian ini bertujuan mengungkap dan menjelaskan dinamika budaya politik Kerajaan Bone. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah metode sejarah, yang menjelaskan suatu persoalan berdasarkan perspektif sejarah melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam penyelenggaraan politik pemerintahan Kerajaan Bone tidak didasarkan pada kekuasaan raja yang absolut. Kekuasaan dan kedudukan penguasa diatur berdasarkan pada kontrak pemerintahan antara raja dan rakyat, sehingga kekuasaannya tidak tak terbatas. Selain itu, budaya politik Kerajaan Bone juga berlandaskan pada nilai-nilai dasar budaya Bugis, seperti ada tongeng, lempuk, getteng, sipakatau, dan meppesona ri dewata seuwae juga berpegang teguh pada nilai-nilai demokrasi, bahwa batal ketetapan raja, tidak batal ketetapan adat, batal ketetapan adat, tidak batal ketetapan kaum, batal ketetapan kaum, tidak batal ketetapan rakyat. Namun ketika pemerintah kolonial melakukan intervensi, bahwa setiap pengangkatan seorang raja harus mendapat pengesahan dari pemerintah Hindia Belanda, sehingga panngadereng yang mengatur norma-norma kehidupan kemasyarakatan dan kenegaraan mengalami disfungsi, tertelebih setelah lembaga-lembaga ketatanegaraan kerajaan dihapuskan. 
WONOMULYO: DARI KOLONISASI KE TRANSMIGRASI 1937-1952 muhammad amir
Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36869/pjhpish.v6i1.138

Abstract

Kajian ini bukan hanya bertujuan mengungkap dan menjelaskan kebijakan pemerintah Hindia Belanda tentang kolonisasi, melainkan juga tentang dinamika kesejarahan Wonomulyo dari kolonisasi hingga transmigrasi. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah metode sejarah yang menjelaskan suatu persoalan berdasarkan perspektif  sejarah melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah Hindia Belanda memindahkan penduduk dari daerah yang padat di Pulau Jawa ke daerah yang kurang penduduknya di luar Pulau Jawa yang dikenal dengan kolonisasi mulai dilaksanakan pada 1905. Salah satu daerah tujuan kolonisasi di Sulawesi Selatan adalah Distrik Mapilli (Onderafdeling Polewali Mandar) yang mulai dilakukan penempatan secara bertahap pada 1937. Para kolonis yang berasal dari berbagai daerah di Pulau Jawa tersebut, bukan hanya berhasil membuka hutan belantara dan belukar menjadi menjadi lahan pekarangan dan persawahan dengan susah payah. Melainkan juga mereka tidak sulit beradaptasi dan mendapat respon positif dari penduduk lokal sehingga keharmonisan antaretnik dapat terjalin dengan baik.