Terdapat tiga hal pokok yang dibahas dalam penelitian ini: pertama, Produksi Beras di Sulawesi Selatan kurun tahun 1946-1950; kedua, Jaringan Perdagangan dan Pelayaran Komoditas Beras di Sulawesi Selatan kurun tahun 1946-1950; ketiga Penyelundupan Beras di Sulawesi Selatan kurun tahun 1950-1956. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah Metode Sejarah dengan tahapan, Heuristik (pengumpulan data, terutama studi kearsipan dan kepustakaan) Verifikasi (kritik) Interpertasi (penafsiran) dan Histiografi (penulisan sejarah). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: hasil produksi beras di Sulawesi Selatan memuaskan, hal ini dikarenakan potensi alam dan luasnya lahan produktif untuk ditanami padi, selain itu kehadiran pelabuhan – pelabuhan di pesisir barat dan timur Sulawesi Selatan mendorong terciptanya jejaring perdagangan beras di kawasan timur Indonesia pada kurun tahun 1946-1950. Walaupun demikian, tidak dapat dinafikan gejolak politik yang terjadi di Sulawesi Selatan kurun tahun 1950-an mempengaruhi produksi dan perdagangan beras di daerah tersebut, salah satunya ialah praktek-praktek penyulundupan beras. Secara umum dapat disimpulkan selain bernilai ekonomis, menciptakan jejaring ekonomi juga memiliki nilai politik.Kata Kunci: Sulawesi Selatan, Beras, Pelabuhan, Penyelundupan, dan Perdagangan