Akhmad Fajar Ma'rufin
STMIK Yadika Bangil

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMANFAATAN CANDI GUNUNG GANGSIR: UPAYA MENUMBUHKAN KESADARAN SEJARAH SISWA SMAN 1 PURWOSARI MELALUI METODE OUTDOOR LEARNING Akhmad Fajar Ma'rufin
Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.573 KB) | DOI: 10.36869/pjhpish.v4i1.81

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) sejarah Candi Gunung Gangsir (2) bentuk arsitektur Candi Gunung Gangsir, (3) Upaya menumbuhkan kesadaran sejarah siswa SMAN 1 Purwosari melalui metode outdoor learning dengan pemanfaatan cagar budaya Candi Gunung Gangsir. Metode penelitian ini adalah kualitatif. Cuplikan yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan criterion selection. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi langsung, wawancara dan pencatatan dokumen. Validasi data dilakukan dengantriangulasi.Analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif yaitu pengumpulan, reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menyimpulkan bahwa (1) Candi Gunung Gangsir merupakan salah satu peninggalan cagar budaya dari Kerajaan Medang Kamulan kelanjutan dari Mataram Kuno. Candi tersebut terletak di Beji, Pasuruan, (2) Arsitektur candi maka dapat disimpulkan merupakan gabungan antara langgam Jawa Tengah dan Jawa Timur namun Candi Gunung Gangsir lebih condong pada gaya Mataram Kuno. Gaya Mataram Kuno dapat dilihat dari relief-relief pada dinding Candi Gunung Gangsir dan didukung adanya tulisan parama yang diperkirakan sezaman dengan tulisan pada masa Pu Sindok. Berdasarkan hasil analisis terhadap faktor-faktor yang menentukan fungsi candi maka dapat disimpulkan bahwa Candi Gunung Gangsir berfungsi sebagai kuil, yaitu tempat pemujaan terhadap dewa, (3) Kesadaran sejarah siswa SMAN 1 Purwosari mulai tumbuh melalui metode outdoor learningdengan pemanfaatan Candi Gunung Gangsir yang indikasinya yaitu tumbuh minat belajar sejarah pada siswa, serta siswa memahami akan arti penting sejarah khususnya sejarah Candi Gunung Gangsir, muncul pada diri siswa rasa kepedulian menjaga peninggalan cagar budaya bangsa.