This Author published in this journals
All Journal Warta Perkaretan
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PROSPEK PEMANFAATAN KAYU KARET SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN PULP Afrizal Vachlepi, M.T
Warta Perkaretan Vol. 38 No. 1 (2019): Volume 38, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.51 KB) | DOI: 10.22302/ppk.wp.v1i1.593

Abstract

Kebutuhan kayu hutan sebagai bahan baku industri mengalami peningkatan termasuk untuk industri pembuatan pulp dan kertas. Sementara itu, pasokan kayu hutan justru mengalami penurunan akibat semakin terbatasnya areal hutan alam. Oleh karena itu perlu alternatif pengganti bahan baku kayu yang bukan berasal dari hutan alam dan mempunyai nilai ekonomi rendah seperti kayu karet dari peremajaan perkebunan karet. Potensi kayu karet sangat besar akibat dari tingginya jumlah tanaman karet tua yang harus diremajakan terutama di perkebunan rakyat. Pulp adalah bahan berserat hasil pengolahan lignoselulosa dan digunakan sebagai bahan baku pembuatan kertas, rayon (serat buatan) dan derivat selulosa lainnya. Pulp merupakan produk antara dalam industri pembuatan kertas. Bahan baku pembuatan pulp berasal dari bahan berselulosa seperti kayu dan bukan kayu. Kayu karet mempunyai kandungan holoselulosa yang cukup tinggi sekitar 67% dengan ά-selulosa sekitar 40% sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku penghasil pulp. Mutu serat pada kayu karet lebih baik dibandingkan dengan kayu akasia sehingga lebih cocok untuk dijadikan bahan baku pulp dan kertas. Proses pembuatan pulp dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti mekanis, kimia dan semi kimia.Hasil penelitian membuktikan bahwa secara umum kayu karet dapat digunakan sebagai bahan baku alternatif untuk pembuatan pulp dan kertas. Kayu karet dapat diproses sendiri sebagai bahan baku pembuatan pulp atau bisa juga dicampurkan dengan kayudari hutan tanaman industri (HTI) seperti pinus, sengon (Paraserianthes falcataria) dan jabon (Anthocephalus cadamba).
PEMANFAATAN SKRAP KARET ALAM UNTUK PRODUKSI BROWN CREPE (BRCR) MENGGUNAKAN PENGERING SURYA DAN PENGERING SEMI TERBUKA Afrizal Vachlepi, M.T
Warta Perkaretan Vol. 39 No. 2 (2020): Volume 39, Nomor 2, Tahun 2020
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1067.602 KB) | DOI: 10.22302/ppk.wp.v39i2.675

Abstract

Skrap adalah koagulum yang berasal dari lateks pada saat penyadapandan menggumpal secara alami pada bidang sadap pohon karet, hingga saat ini masih belum dimanfaatkan secara optimal. Pada penelitian ini skrap dicoba dijadikan brown crepe (BRCR) dengan menggunakan mesin giling kreper, dilanjut dikeringkan dengan menggunakan pengering surya. Perlakuan terdiri atas jenis bahan olah karet (skrap dan lum mangkok) dan metode pengeringan (ruangan semi terbuka dan ruangan pengering matahari). Parameter yang diamati terdiri atas lama pengeringan, penentuan mutu secara visual dan penentuan mutu teknis (plastisitas awal/Po, indeks ketahanan plastisitas/PRI, viskositas Mooney dan kadar abu). Hasil penelitian menunjukkan bahwa skrap dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan BRCR, baik menggunakan ruangan semi terbuka maupun ruangan pengering surya. Pengeringan menggunakan ruangan pengering surya lebih cepat dibandingkan ruangan semi terbuka. Produk BRCR yang diolah dari skrap hanya memenuhi persyaratan jenis mutu BRCR 3X. Produk BRCR dari skrap mempunyai nilai plastisitas dan viskositas yang lebih rendah dibandingkan BRCR dari lum mangkok, tetapi mempunyai kadar abu yang lebih tinggi.