Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN COVID-19 PADA IBU YANG MEMPUNYAI BALITA DI KLINIK BIDAN PRAKTEK MANDIRI WIDYA PRATIWI HUTA JERUK LARAS II KECAMATAN SIANTAR KABUPATEN SIMALUNGUN Srirahma Friani; Sondang Sidabutar; Deswidya Hutauruk; Meyana Marbun
Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara Vol 10, No 1 (2022): Edisi Januari
Publisher : Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.371 KB) | DOI: 10.48134/jurkessutra.v10i1.84

Abstract

ABSTRAK            COVID-19 merupakan suatu penyakit menular yang saat ini menjadi perhatian dunia. Kondisi pandemi Covid yang dapat menyebabkan kematian ini menuntut masyarakat untuk melakukan pencegahan terhadap virus Covid, salah satu upaya pencegahannya adalah dengan meningkatkan imunitas tubuh.Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Ibu Yang Mempunyai Balita Terhadap Pencegahan Covid-19 Di Klinik Bidan Praktek Mandiri Widya Pratiwi Huta Jeruk Laras II Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun. Jenis penelitian ini adalah analitik. Populasi penelitian ini adalah  ibu yang mempunyai balita. Sampel dalam  penelitian ini seluruh ibu yang berkunjung ke Klinik Bidan Praktek Mandiri Widya Pratiwi Huta Jeruk Laras II Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun sebanyak 86 responden. Hasil penelitian berdasarkan  hasil uji statistik Chi-Square  diperoleh p value = 0,013 ≤ alpha 0,05.  Sehingga diketahui adanya  Hubungan Pengetahuan Ibu terhadap perilaku pencegahan Covid-19. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi bahan masukan dan saran  untuk petugas kesehatan Di Klinik Bidan Praktek Mandiri Widya Pratiwi Huta Jeruk Laras II Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya ibu yang mempunyai balita tentang perilaku pencegahan Covid.Kata Kunci        :    Pengetahuan, Ibu, Perilaku Pencegahan Covid 
GAMBARAN NILAI HEMATOKRIT PASIEN TUBERCULOSIS YANG MENDAPAT PENGOBATAN OBAT ANTI TUBERCULOSIS (OAT) DI PUSKESMAS RAYA PEMATANGSIANTAR Deswidya Hutauruk
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2021): Juni
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/klinikal_sains.v9i1.1754

Abstract

Tuberculosis merupakan penyakit menular langsung yang disebabkan Mycobacterium tuberculosis. Penularan terjadi melalui batuk atau bersin, bateri tersebar di udara dalam bentuk droplet nuclei. Penggunaan OAT pada penderita TB berdasarkan lama konsumsi OAT dapat menyebabkan penurunan nilai hematokrit yang diakibatkan efek samping dari obat yaitu terjadinya anemia dan trombositopenia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran nilai hematokrit pada penderita TB yang mendapat pengobatan OAT di Puskesmas Raya Pematangsiantar. Sampel penelitian ini berjumlah 30 orang yang diambil secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil pemeriksaan yang mendapat pengobatan OAT akhir bulan ke II sebanyak 24 orang (80%) yang diamana hasil pemeriksaan menunjukan bahwa nilai hematokrit rendah sebanyak 15 orang (62,5%), dan normal sebanyak 9 orang (37,5%) menunjukan nilai hematokritnya rendah. Pada pemeriksaan pasien yang mendapat pengobatan akhir bulan ke VI sebanyak 6 orang (20%) menunjukan hasil pemeriksaan dengan nilai hematokrit rendah sebanyak 6 orang (100%). Dari rendahnya nilai hematokrit yang terdapat pada penderita TB pengobatan akhir bulan ke II dan ke VI ini disebabkan efek samping dari OAT yang dikonsumsi, usia, jenis kelamin serta kekebalan tubuh dalam melawan bakteri yang menyerang sel-sel darah sehingga terjadi penurunan nilai dari hematokrit. Hal ini dapat disimpulkan bahwa dari 30 penderita TB yang mendapat pengobatan OAT akhir bulan ke II dan ke VI, jumlah penderita dengan nilai hematokrit rendah lebih banyak dibandingkan dengan nilai hematokrit yang normal. Oleh karena itu disarankan kepada masyarakat agar dapat mengikuti prosedur pengobatan yang telah dianjurkan terkhusus pada penderita TB