Agung Mandiro
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PROBLEMATIKA ULAMA Agung Mandiro
Bahasa Indonesia Vol 7 No 2 (2021): TASAWUF DAN TRADISI KEAGAMAAN LOKAL
Publisher : Program Studi Ilmu Tasawuf IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.111 KB) | DOI: 10.53429/spiritualis.v7i2.349

Abstract

Ulama adalah seorang tokoh yang mengerti tentang ilmu agama Islam. Posisinya yang mulia itu seringkali dijadikan alat bagi setan untuk membelokkan niatan baiknya sebagai tokoh agama. Pada akhirnya, ada sebagian di antara mereka yang terjebak ke dalam perbuatan-perbuatan yang merusak nama baiknya. Artikel ini akan membahas tentang problematika ulama dengan menggunakan metode penelitian kualitatif library-research. Kesimpulan artikel ini ada dua yaitu problematika dari segi internal dan eksternal. Problematika dari sisi internal adalah mereka memiliki penghasilan yang tidak jelas sehingga menyebabkan iri kepada orang lain; memiliki kesombongan ilmu agama sehingga rentan ‘ujub; cita-cita terlalu tinggi namun keadaannya tidak mendukung; kurang ikhlas dalam mengabdikan diri kepada masyarakat, perselisihan antara d}uriyah dan merasa tidak membutuhkan orang lain. Sedangkan problematika dari segi eksternal adalah mereka yang menggunakan metode dakwah kurang tepat seperti Salafi-Wahabi; Ulama yang mengikuti kehendak fans-nya; Ulama yang taat buta kepada pemerintah sehingga fatwa-fatwanya kurang memperhatikan kebutuhan rakyat dan ulama agama yang berfatwa dalam bidang ilmu di luar keahliannya. Sedangkan ulama su>’ menurut al-Ghaza>li> adalah orang-orang yang mengerti ilmu agama akan tetapi menjadikan dunia sebagai tujuanya; mereka bodoh kepada Allah tetapi merasa pandai; mereka hanya fokus pada amaliyah lahir tanpa mengupayakan amaliyah batin. Sementara yang dimaksud dengan ulama pewaris para nabi adalah mereka yang memiliki ilmu agama, takut kepada Allah, zuhud, membela hak-hak kaum yang lemah dan telah mencapai umur empat puluh tahun.
METODE TAFSIR ISYARI KISAH PARA NABI DALAM PRAKTEK TASAWUF Agung Mandiro
Bahasa Indonesia Vol 11 No 1 (2025): KAJIAN SUFISTIK
Publisher : Program Studi Ilmu Tasawuf IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/spiritualis.v11i1.1500

Abstract

Manusia dalam menjalani kehidupan agar terarah dengan baik salah satu caranya adalah mengikuti jejak akhlak-akhlak para nabi. Dari sekian akhlak, penulis menganalisa dua akhlak yaitu sabar dan meninggalkan kezhaliman. Sifat sabar mengikuti jejak nabi Ibrahim as dan nabi Ya’kub as. Tehnik meninggalkan kezhaliman mengikuti jejak nabi Adam as dan nabi Yunus as. Tujuan penelitian ini untuk menambah teori sabar dan Tehnik meninggalkan kezhaliman yang langsung berpedoman pada isyarat-isyarat dalil al-Qur’an. metode penelitian ini kajian pustaka karena mengkaji tafsir al-Qur’an. Tafsir isyari penelitian ini mengikuti jejak nabi Ibrahim as yang sabar akan kehilangan harapan anaknya, serta nabi Ya’kub as sabar atas berita duka hilang anaknya. Isyarat dari sabar tersebut ialah kondisi yang tenang/stabil ketika sesuatu yang dicintainya/barang berharganya/ harapannya hilang, rusak. Tafsir isyari berikutnya mengikuti jejak nabi Adam as yang melanggar perintah Allah memakan buah khuldi lantas beliau menyatakan zhalim dan bertaubat. Nabi Yunus as meninggalkan kaumnya tanpa izin kepada Allah lalu Allah mengingatkan melalui ditelannya beliau di dalam ikan paus, beliau menyatakan termasuk orang yang zhalim, lantas bertaubat. Isyarat dari status Zhalim adalah meninggalkan kewajiban yang diperintah Allah dan tidak konsisten dalam menjaga perintah Allah. Manusia bisa mengukur sebesar apa mereka bersabar dan sejauh mana mereka zhalim